Kolhua, 4 Juni 2024 — Solidaritas Perempuan Flobamoratas (SPF) bersama Perempuan Akar Rumput di Kolhua mengambil peran penting dalam Festival Budaya Helong yang diselenggarakan oleh Komunitas Penjaga Budaya Helong dan Taman Baca Uibaha. Melalui “Panggung Perempuan,” mereka memberikan penghargaan dan ruang apresiasi kepada perempuan Suku Helong yang telah memainkan peran vital dalam melestarikan alam dan kearifan lokal.
Meski peran mereka sering terabaikan dan kadang tidak dianggap penting dalam budaya patriarki. Ketahanan perempuan suku Helong dalam upaya menjaga alam, hutan, tanah, dan air yang bersumber dari alam Kolhua merupakan contoh konkrit bagaimana perempuan memiliki peran fundamendal dalam merawat kearifan lokal untuk kehidupan yang berkelanjutan.
Panggung Perempuan menjadi ruang bagi tokoh perempuan Suku Helong Kolhua yang merupakan inisiator praktik-praktik baik di Kolhua.
Panggung ini dipandu oleh Irene Kanalasari dari Solidaritas Perempuan Flobamoratas dengan menghadirkan Atalya Taklale sebagai perempuan penenun sekaligus guru tenun bagi anak-anak perempuan di Kolhua, Lily Bistolen sebagai penggagas Taman Baca Uibaha sekaligus sebagai pengajar di Taman Baca ini, dan Melyawati Bistolen sebagai petani perempuan muda sekaligus ketua panitia Festival Budaya Helong III. Hadir juga Pdt. Emmy Sahertien dari Komunitas Hanaf dan Linda Tagie dari Solidaritas Perempuan Flobamoratas sebagai penanggap. Irene menyampaikan bahwa Panggung Perempuan ini bertujuan untuk mendengar cerita-cerita inspiratif dan praktik-praktik baik dari tokoh-tokoh peremupuan Helong di Kolhua.
• Atalya Taklale: Seorang perempuan penenun sekaligus guru tenun bagi anak-anak perempuan di Kolhua. Atalya berbagi cerita tentang perannya dalam melestarikan tradisi tenun yang hampir punah dan bagaimana aktivitas ini membantu dirinya sebagai ibu tunggal untuk berdaya secara ekonomi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













