Panggung Perempuan; Ruang Apresiasi Perempuan di Festival Budaya Helong

  • Bagikan
IMG 20240606 223118

Lily Bistolen: Penggagas Taman Baca Uibaha sekaligus pengajar di tempat tersebut. Lily menceritakan inisiatifnya dalam menciptakan ruang belajar bagi anak-anak Suku Helong, termasuk Kelas Bahasa Helong dan pengajaran tuturan serta tarian adat.

Melyawati Bistolen: Petani perempuan muda sekaligus ketua panitia Festival Budaya Helong III. Melyawati menjelaskan tujuan festival ini untuk melestarikan dan memperkenalkan budaya Helong kepada masyarakat luas serta menjadi ruang transfer pengetahuan antar generasi.

Penanggap Inspiratif

Acara ini juga menghadirkan Pdt. Emmy Sahertien dari Komunitas Hanaf dan Linda Tagie dari Solidaritas Perempuan Flobamoratas sebagai penanggap. Irene Kanalasari menyampaikan bahwa Panggung Perempuan bertujuan untuk mendengar cerita-cerita inspiratif dan praktik-praktik baik dari tokoh-tokoh perempuan Helong di Kolhua.

Sementara Linda Tagie, Ketua BEK Solidaritas Perempuan menyatakan “Tubuh perempuan adalah medan pertempuran. Perempuan bertempur di hadapan konstruksi sosial-budaya, tuntutan ekonomi, politik patriarki, dan produk-produk kolonialisme. Tiga tokoh perempuan Kolhua yang dihadirkan di Panggung Perempuan merupakan contoh konkrit dari resiliensi dan ketahanan perempuan di tengah gempuran kolonialisme, geopolitik, dan semakin masifnya konsesi agraria dan pembangunan yang menghancurkan ruang-ruang hidup perempuan”

Untuk diketahui Panggung Perempuan di Festival Budaya Helong merupakan ruang apresiasi bagi perempuan adat yang telah berkontribusi dalam melestarikan alam dan kearifan lokal. Melalui cerita dan praktik-praktik baik yang dibagikan, acara ini menggarisbawahi pentingnya peran perempuan dalam menjaga keberlanjutan budaya dan lingkungan di Kolhua.*

  • Bagikan