“Pendeta, pastor, ustaz, dan pendamping desa harus bantu edukasi cara pakai uang yang benar, agar tidak habis untuk hal tidak produktif,” tambahnya.
Melki juga mengungkapkan hasil pertemuan tiga Gubernur NTT–NTB–Bali bahwa total penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk NTT mencapai Rp.2,2 triliun dengan lebih dari 300 ribu penerima.
“Bunga KUR hanya 6 persen, disubsidi pemerintah pusat. Pemerintah kabupaten/kota berhak mengajukan UMKM penerima KUR, dan bank wajib terima jika syaratnya lengkap,” katanya.
Gubernur Melki juga menegaskan bahwa hampir separuh APBD Provinsi ada di sektor pendidikan, sekitar Rp.2,7 triliun.
“SMA/SMK harus punya produk sendiri, One School One Product (OSOP). Produk sekolah wajib masuk NTT Mart. Komunitas hobi juga harus bikin Community Product. Intinya harus kreatif, inovatif dan produktif,” tegasnya.
APBD sektor pendidikan, katanya, harus menopang kegiatan produktif, bukan hanya administrasi. Salah satu instruksi paling konkret Melki adalah kewajiban bagi seluruh ASN TTS untuk mendukung keberlanjutan NTT Mart.
“Sebanyak 11.000 ASN TTS wajib belanja minimal Rp.100.000 per bulan. Potensi perputaran uang mencapai Rp.11 miliar per bulan. Tidak ada ASN yang jatuh miskin hanya karena seratus ribu,” tegasnya.
Ia meminta aturan ini dipatuhi dan diterapkan secara konsisten.
Gubernur Melki juga menyampaikan bahwa Presiden Republik Demokratik Timor Leste dijadwalkan akan merayakan ulang tahunnya di TTS pada 26 Desember. Sehingga Ia meminta jajarannya bersama Pemkab TTS untuk memaksimalkan kesempatan tersebut untuk mempromosikan berbagai produk-produk UMKM lokal.
“Semua produk unggulan TTS harus disiapkan. Dekranasda harus siapkan paket oleh-oleh Rp.100 ribu, Rp.200 ribu, dan seterusnya. Semua tamu nasional dan internasional harus diarahkan belanja di NTT Mart,” ujarnya.
Menutup arahannya, Gubernur menegaskan bahwa NTT Mart harus menjadi fondasi baru bagi pembangunan ekonomi daerah.
“NTT Mart adalah langkah awal menggerakkan ekonomi masyarakat agar lebih mandiri. Seluruh perangkat pemerintah, desa, perbankan, UMKM, dan masyarakat harus menjaga produksi supaya NTT Mart benar-benar menjadi pusat kebangkitan ekonomi TTS dan NTT,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati TTS Eduard Markus Lioe menyampaikan apresiasi atas peluncuran NTT Mart yang dikerjakan secara gotong royong.
“Gedung ini dimake-up hanya tiga hari. Malam tadi masih ada mama-mama IKM dekorasi lokasi. Hari ini kita lihat hasilnya,” ujar Bupati.
Ia menegaskan bahwa NTT Mart menjadi sarana pemasaran terintegrasi bagi 1.042 pelaku UMKM/IKM binaan di TTS.
“NTT Mart bukan sekadar toko. Ini pusat pemasaran yang menghubungkan produsen, pengrajin, petani, dan nelayan. Kita ingin membangun rantai nilai agar rupiah tetap berputar di TTS,” katanya.
Kadis Perindag NTT, Soni Libing melaporkan bahwa TTS merupakan daerah kesekian yang meluncurkan NTT Mart.
“Setelah kota Kupang, Belu, sekarang TTS. Target kita, 22 kabupaten/kota semuanya memiliki NTT Mart,” kata Soni.
Ia menyebut 947 produk UMKM telah dipasarkan di NTT Mart TTS, mulai dari tenun ikat, anyaman, kuliner, hingga jahe merah.
“Dengan NTT Mart, mama-mama penghasil kopi, sambal, sirop, tenun, dan aneka kuliner punya pasar pasti. Pemerintah siapkan pasarnya, masyarakat tinggal produksi,” jelasnya
Soni memastikan pasokan dilakukan harian dan Pemprov NTT menyiapkan anggaran khusus pembelian produk lokal. Penjualan online juga sedang disiapkan.
Acara diakhiri dengan penekanan tombol sirine sebagai tanda NTT Mart By Dekranasda Kabupaten TTS resmi beroperasi, disertai peninjauan langsung gerai dan produk-produk oleh Gubernur beserta tamu undangan lainnya.**
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













