Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap isu lingkungan, Badan Urusan Riset Sungai Nusantara (BRUIN) bekerja sama dengan Komisariat Rasul GMKI Kupang mengadakan kegiatan sensus sampah di Pantai Warna, Kota Kupang. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 27 April 2024 dan melibatkan 20 peserta dari berbagai latar belakang.
Mesron Nome, Koordinator kepada media ini mengatakan “kegiatan sensus sampah ini bertujuan untuk melakukan pendataan dan melacak jejak polusi plastik di perairan dan daratan. Dilaksanakan pada tanggal 27 April 2024, acara ini menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk memahami dampak polusi plastik serta mengidentifikasi sumber-sumber pencemaran. Salah satu agenda penting dari kegiatan ini adalah mengidentifikasi perusahaan pencemar (poluter) dan menggunakan data tersebut untuk mendorong pemerintah dalam melakukan monitoring yang lebih efektif terhadap perusahaan-perusahaan tersebut.
Dalam kegiatan ini, para peserta menggunakan metode barcode scanning untuk mendata sampah plastik yang ditemukan. Metode ini memungkinkan pengumpulan data yang akurat dan efisien mengenai jenis dan asal sampah plastik yang tersebar di pantai. Teknologi barcode scanning memberikan gambaran yang lebih jelas tentang perusahaan mana saja yang paling banyak menyumbang sampah plastik di lingkungan tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













