10. Drs. Yohan A. Bunmo Loban, M.Si
Jabatan Lama : Kepala Bidang Kompetensi Manajerial, Pemerintahan, dan Sosial pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi NTT
Jabatan Baru : Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi NTT
11. Agustinus R. Sigasare, ST
Jabatan Lama : Kepala Cabang Dinas Energi Sumber Daya Mineral Wilayah Kabupaten Alor di Kalabahi
Jabatan Baru : Kepala Biro Umum Setda Provinsi NTT
12. Djoese Selestino Martins Nai Buti, S.Pt, M.Si
Jabatan Lama: Kepala Bagian Tata Laksana pada Biro Organisasi Setda Provinsi NTT
Jabatan Baru: Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi NTT
13. Adelino da Cruz Soares, AKS., MPS.Sp
Jabatan Lama: Kepala Bagian Pembinaan dan Advokasi Pengadaan Barang dan Jasa pada Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi NTT
Jabatan Baru: Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi NTT
14. Selfi Handrayani Nange, S.Sos, M.Si, M.Pub.Pol
Jabatan Lama: Kepala Bagian Perencanaan dan Kepegawaian Sekretariat Daerah pada Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT
Jabatan Baru: Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan pada Setda Provinsi NTT
15. dr. Stefanus Dhe Soka, Sp.B.
Jabatan Lama: Wakil Direktur Pelayanan pada Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang
Jabatan Baru: Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang
Selanjutnya Gubernur Melki Laka Lena dalam sambutannya meminta agar kualitas tata kelola dan kualitas pelayanan publik harus ditingkatkan.
”Peningkatan kualitas pelayanan publik adalah kunci utama dalam mempercepat tercapainya visi, misi, dan seluruh program pembangunan yang telah kita canangkan bersama. Hanya dengan birokrasi yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik, kita bisa memastikan jalanan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel,” ungkap Gubernur.
Ia mengungkapkan, pelantikan tersebut sebagai langkah strategis membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, berintegritas, dan berkinerja tinggi serta bagian dari komitmen pemerintah untuk terus mengadakan birokrasi yang melayani dengan hati, bekerja dengan akal sehat, dan bertanggung jawab kepada rakyat.
”Kita sadar NTT masih menghadapi banyak tantangan besar : kemiskinan ekstrem, prevalensi stunting yang masih tinggi, keterbatasan infrastruktur dasar, serta layanan kesehatan dan pendidikan, ruang fiskal yang sempit, belum optimalnya pengolahan potensi daerah, serta berbagai tantangan lainnya. Dengan kondisi seperti ini, dibutuhkan aparatur yang tidak hanya bekerja cerdas dan keras, tetapi juga berdedikasi penuh dan memiliki komitmen serta integritas tinggi sebagai pelayan publik,” katanya.
”Jabatan yang diterima ini ditetapkan melalui proses seleksi yang objektif, transparan, dan sesuai regulasi. Maka, jawablah semua kepercayaan ini dengan kerja keras, keteladanan, kinerja, dan prestasi untuk jabatan masing-masing,” pesan Gubernur Melki.
”Saya bersama Bapak Wakil Gubernur Johanis Asadoma berkomitmen penuh untuk membangun birokrasi Provinsi NTT berbasis merit system, bukan sekadar kedekatan atau kepentingan yang bersifat primordial. Kami tidak segan-segan melakukan evaluasi berkala, karena kita ingin birokrasi NTT tampil sebagai birokrasi yang berakhlak, berorientasi pada pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.” tegasnya. *
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













