“Kita sering jual pisang, pulangnya beli molen. Jual ayam di pasar, pulangnya beli fried chicken. Ini yang harus kita ubah supaya uang bisa berputar di daerah,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan produk lokal menjadi semakin penting di tengah ketidakpastian ekonomi global yang dapat berdampak pada kenaikan harga berbagai komoditas.
Ke depan, Pemerintah Provinsi NTT juga berencana mengembangkan konsep NTT Mart sebagai pusat produk daerah di berbagai kota di Indonesia. Dalam konsep tersebut, NTT Mart tidak hanya menjadi pusat penjualan produk, tetapi juga dilengkapi dengan pusat kuliner khas daerah serta dukungan dari lembaga keuangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, dalam laporannya menyampaikan bahwa sektor pendidikan menyambut baik gagasan besar Gubernur Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma melalui program NTT Mart dan OSOP ini.
Menurutnya, sekolah tidak hanya berperan mencerdaskan siswa secara akademik, tetapi juga harus mampu berkontribusi dalam penguatan ekonomi masyarakat.
“Sekolah tidak hanya menghabiskan, tetapi juga harus menghasilkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kehadiran NTT Mart by OSOP ini akan menjadi sarana konkret bagi siswa untuk memasarkan produk hasil praktik mereka, sehingga proses pembelajaran tidak berhenti di ruang kelas atau bengkel praktik saja.
Melalui program ini, siswa juga akan belajar langsung tentang berbagai aspek kewirausahaan, mulai dari manajemen ritel, pemasaran digital, pelayanan pelanggan, hingga pengelolaan keuangan.
“Kita ingin lulusan sekolah tidak hanya mencari kerja, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja,” tambahnya.
Menariknya, pembangunan gedung NTT Mart di SMKN 2 Kupang ini juga menjadi bagian dari proses pembelajaran siswa. Seluruh tahapan pembangunan dikerjakan oleh siswa dari berbagai program keahlian sesuai bidang masing-masing.
Mulai dari pengukuran bangunan, konstruksi pondasi, pengelasan, pembangunan tembok dan plafon, instalasi listrik, hingga desain bangunan—semuanya dikerjakan sebagai bagian dari praktik kejuruan siswa.
Produk yang dipasarkan di NTT Mart pun berasal dari karya siswa SMK se-Kota Kupang, mulai dari produk kuliner, kerajinan, hingga berbagai hasil inovasi kreatif lainnya.
Menurut Ambros Kodo, kehadiran NTT Mart by OSOP ini menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem kewirausahaan di lingkungan sekolah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi generasi muda di Nusa Tenggara Timur.*
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













