Ketua Kelompok Tani Tunas Baru, Nedi F.A. Kase, menyebutkan bahwa saat ini mereka sedang mempersiapkan lahan seluas 70 are untuk ditanami sayuran pakcoy secara bertahap. “Saat ini saya bersama dua puluh anggota sedang mempersiapkan lahan seluas 70 are. Nah, dari luasan ini kami akan tanami pakcoy. Tapi tidak semuanya ditanam serentak karena kami masih baru untuk budidaya tanaman jenis ini sehingga kami tidak terburu-buru untuk ditanami sekaligus. Kami juga masih mempersiapkan bedengan, pagar dan fasilitas pengamanan lainnya supaya tanaman benar-benar aman. Kami juga sambil belajar tentang kebutuhan pasar bersama,” jelasnya.
Ona Bahan, membenarkan keberhasilan dampingan Peter Salem di masa lalu. Ia mengisahkan pengalaman sukses kelompoknya dalam menanam kol dengan bimbingan Peter. “Kaka bayangkan sa, dulu katong yang pamalas urus sayur akhirnya jadi suka kembali karena hasil memuaskan,” ungkap Ona dengan logat khas Melayu Kupang. “Kami waktu itu habis jual dan hitung, ada 70 juta dan kami digaji Rp 7,5 juta per orang. Karena waktu itu om Peter dampingi katong, makanya katong berhasil,” tambahnya.

Peter Salem sendiri menyambut baik kesempatan untuk kembali mendampingi kelompok tani di Desa Laob. Ia menegaskan bahwa kehadirannya bukan untuk menggurui, tetapi berbagi ilmu dan pengalaman dalam bertani. “Saya berterima kasih kepada Kepala Desa Laob dan Kelompok Tunas Baru yang mengundang saya. Tentu kedatangan saya di sini bukan untuk menjadi paling tahu. Saya di sini untuk berbagi pengetahuan berdasarkan pengalaman dan semua yang saya ketahui untuk menyukseskan tugas mulia dari desa untuk masyarakat,” katanya.
Selain memberikan pelatihan teknis, Peter juga akan terus mendampingi kelompok tani hingga masa panen. “Saya juga akan mengawal semua proses agar anggota kelompok juga mendapatkan manfaat lebih, seperti pengetahuan baru tentang hama, tahapan pemupukan, persiapan lahan, dan lain sebagainya,”**
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













