Salah satu fokus utama kampanye ini adalah pencegahan pernikahan dini, yang menjadi pemicu utama kekerasan terhadap perempuan dan anak. Selain itu, sosialisasi di sekolah juga menekankan pentingnya lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan bagi para siswa. “Kami mengajak sekolah untuk membentuk sekolah ramah anak, sehingga anak-anak bisa belajar tanpa rasa takut,” tambah Ruth Laiskodat.
Namun, upaya ini tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Dibutuhkan peran aktif masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, hingga tokoh agama dan adat, untuk benar-benar memberantas kekerasan terhadap perempuan dan anak. Gereja-gereja di NTT telah mulai berpartisipasi dengan mengundang DP3AP2KB sebagai narasumber dalam kegiatan mereka.
“Bagi siapa saja yang mengalami atau menyaksikan kekerasan, jangan diam! Segera laporkan ke UPTD PPA setempat atau hubungi Call center 129 atau WhatsApp 08111129129. Kekerasan bukan urusan pribadi—ini adalah kejahatan yang harus dihentikan! Jangan biarkan angka korban terus bertambah” tutup Ruth.
Disclaimer:
Artikel Ini Merupakan Kerja Sama TimorSavana.Com Dengan TimorSavana.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab TimorSavana.com.Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













