Menko AHY Tinjau Infrastruktur Strategis di Labuan Bajo untuk Perkuat Konektivitas dan Pariwisata

Reporter : Lia kiki Editor: Redaksi
  • Bagikan
IMG 20251115 WA0125

Mabar, Timorsavana.com || Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Manggarai Barat, Jumat (14/11/2025). Turut hadir dalam rombongan, Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, serta Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya.

Kedatangan rombongan disambut oleh Wakil Gubernur NTT, Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi, Wakil Bupati Yulianus Weng selaku perwakilan Forkompimda Manggarai Barat, Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT Ir. Benyamin Nahak dan Kepala Bandara Komodo, Ceppy Triyono di Bandara Internasional Komodo

Kunjungan kerja diawali dengan peninjauan kondisi Bandara Internasional Komodo. Kepala Bandara, Ceppy Triyono menjelaskan bahwa bandara mencatat pertumbuhan penumpang 8–10% per tahun dengan total 954.614 penumpang selama 2025, mendekati target satu juta penumpang.

“Pada semester pertama 2025, pelayanan penumpang mencapai 470 ribu orang, dipacu oleh pembukaan rute baru Labuan Bajo–Singapura serta rencana pembukaan rute ke Lombok dan Bima,” ucap Ceppy.

Namun Ia menambahkan sejumlah rute potensial seperti Makassar dan Waingapu belum terealisasi. Bandara juga belum memiliki terminal kargo sehingga ekspor produk unggulan seperti kerang, kerapu, dan lobster masih harus melalui bandara internasional lain.

Meskipun tantangan utama pengembangan bandara adalah keterbatasan lahan. Solusi strategis yang direncanakan mencakup dukungan transportasi truck yang memuat Avtur dari Ende, optimalisasi sistem kelistrikan pada 2026, perluasan terminal penumpang, dan pembangunan terminal kargo yang ditargetkan rampung pada 2030. Peningkatan fasilitas digital seperti standing banner, barcode WiFi, dan layanan PC ALL Indonesia juga tengah dilakukan, dengan target peningkatan kualitas layanan dari 35% menjadi 76%.

Wakil Gubernur NTT menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur air menjadi kebutuhan mendesak karena ketersediaan air berdampak langsung pada kehidupan masyarakat dan penanganan stunting yang menjadi prioritas pemerintah pusat maupun Pemprov NTT.

Baca Juga :  Kementerian Pekerjaan Umum Gelar Apel Siaga Hadapi Puncak Musim Hujan dan Nataru 2025/2026

“Pembangunan embung irigasi di setiap kecamatan adalah sebagai solusi efektif dan lebih terjangkau dibandingkan pembangunan bendungan besar,” ucap Wagub Johni.

  • Bagikan