Menjadi Profesor Perempuan pertama dari Bumi Flotim, Prof.Dr. Bernadete Barek Koten, S.Pt.,MP rayakan Misa syukur Di Kampung Waiklibang

  • Bagikan
IMG 20240414 WA0007

Mewakili mahasiswa dari Jurusan Peternakan dari Kampus Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Wilhelmus S. Wedo Menyampaikan Ucapan Terima kasih kepada Ibu Profesor atas ruang yang diberikan untuk memberikan sambutan mewakili mahasiswa jurusan peternakan.
Ibu Profesor adalah sosok wanita hebat yang sangat rendah hati ,di lingkungan kampus kami sering menyapa dengan sapaan sayang “bunda Ona”. Meskipun menjadi wanita yang sudah merdeka dalam hal pendidikan, Bunda mempunyai hati yang lembut,bunda selalu memotivasi dan merangkul kami tanpa melihat dari mana asal kami. Bunda selalu mencari solusi ketika ada mahasiswa Yang mengalami kendala akademik.
Kabupaten Flores Timur hari ini mempunyai aset yang luar biasa, telah hadir seorang Profesor Perempuan hebat.
Sebagai mahasiswa saya ingin menyampaikan kepada Bapak penjabat dan jajaran di Pemerintahan untuk memperhatikan pendidikan secara maksimal kepada putra dan putri Flores Timur agar tapak yang sudah dilewati oleh Bunda Ona kiranya bisa diikuti oleh generasi berikutnya.
Prof. Dr. Bernadeta Barek Koten, S.Pt.,MP dalam sambutannya mengatakan Saya dilahirkan dari keluarga yang biasa dengan ekonomi yang sederhana. Saya keluar dari kampung waiklibang pada usia 6 tahun untuk menempuh pendidikan jauh dari orang tua. Dalam hati saya berpikir apakah nasib saya lebih baik atau malah sebaliknya karena Harus jauh dari kasih sayang orang tua namun ternyata saya mampu melewatinya semua rintangan dengan baik. Saya yakin bahwa ini adalah ujian bagi saya.
Setelah mencapai gelar doktor bukan berarti kita dengan muda langsung dikukuhkan menjadi Profesor namun melalui proses yang cukup rumit, harus menulis, menulis dan menulis serta mengapload tulisan kita ke Jurnal Internasional.

Nusa Tenggara Timur adalah wilayah yang musim hujannya lebih panjang ,oleh karena itu arbila menjadi tanaman pakan yang sangat cocok dibudidayakan di NTT karena selain menjadi pakan ternak Arbila juga mampu menyediakan humus yang baik bagi kesuburan tanah.
Bapak mama,arbila adalah tanaman yang tidak terlalu membutuhkan banyak air sehingga sangat cocok dibudidayakan di NTT khususnya di Flores Timur.

Baca Juga :  dr.Christian Widodo Rayakan Ulang Tahun ke-38 dengan Festival UMKM Meriah

Ujilah aku Tuhan karena aku tahun engkau pasti menyediakan yang terbaik bagi saya.
Terima kasih berlimpah kepada keluarga besar atas bentuk cinta yang berbeda dari keluarga lain. Terima kasih banyak bapak Sekda beserta rombongannya yang sudah berkenan hadir.
Terima kasih juga kepada lewotan atas supportnya.

Penjabat Bupati Flores Timur dalam sambutannya menyampaikan Profisiat dan tanda hormat saya mewakili Pemda Flores Timur kepada putri lewotana yang sudah dikukuhkan menjadi Prefosor.
Berkat kita berbeda-beda dan ibu mendapatkan berkat sebagai Profesor, Waiklibang yang dulunya terbelakang, sering dibilang kampung dibalik gunung, pada saat ini telah memiliki lilin yang siap menerangi kampung kecil ini.

Puji syukur 22 Desember 2023 mukjizat Tuhan terjadi pada pada kampung kecil ini,
Pada hari yang sama putri terbaik dikukuhkan menjadi profesor dan putra terbaik dilantik menjadi Sekda. Bapak mama menjadi lilin itu tidak muda ada hal-hal yang berupaya untuk memadamkan lilin ini oleh karena itu mari kita jaga sama-sama agar lilin ini terus menyala di kampung kecil ini,di Flores Timur dan Untuk bangsa.
Ibu Profesor, keluarga merasa bangga dan kami Pemda juga ikut berbaga atas pencapaian ini.
Mari kita sama-sama bangun Flores Timur dengan sukacita,damai dalan nuansa kekeluargaan.**

  • Bagikan