Ketua Panitia kembali menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan hingga berjalan dengan baik.
Sementara itu, Ketua Umum PERMASNA Kupang, Silverius Yuniarto Ture Jogo, dalam pidato penutupannya menyampaikan proficiat dan selamat datang kepada anggota baru PERMASNA Kupang Angkatan XVIII. Ia juga menyoroti tantangan menurunnya partisipasi mahasiswa dalam organisasi kepemudaan yang kini dirasakan hampir semua organisasi mahasiswa. Menurutnya, persoalan tersebut perlu menjadi perhatian bersama melalui diskusi dan langkah konkret untuk mencari solusi.
Ia turut menyampaikan kebanggaannya karena legitimasi tahun ini menjadi sejarah baru bagi PERMASNA Kupang. Pasalnya, anggota yang bergabung tidak hanya berasal dari latar belakang agama Katolik, tetapi juga dari kalangan Muslim. Hal itu menjadi simbol persaudaraan dan keberagaman yang hidup di dalam tubuh PERMASNA Kupang.
Mewakili anggota baru, Marshanda selaku singa podium menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh keluarga besar PERMASNA Kupang yang telah menerima mereka sebagai bagian dari organisasi. Ia berharap para anggota baru terus dibimbing dalam proses berorganisasi dan pengembangan diri ke depan.
Sekretaris Jenderal PMKRI Cabang Kupang, Nufri Naisusu, yang hadir mewakili OKP, mengajak seluruh anggota baru untuk menjadi mahasiswa yang peka terhadap persoalan sosial di sekitar serta aktif berkontribusi dalam organisasi.
Perwakilan senior dan alumni, Jovic Decrasano, menegaskan pentingnya dukungan senior untuk terus menjaga semangat partisipasi anggota dalam organisasi. Sementara mewakili orang tua, dewan penasihat, dan pembina, Urbanus Jo Dhalu berpesan agar mahasiswa Nagekeo tetap peka terhadap persoalan daerah, terus belajar dan berproses dengan baik di PERMASNA, tanpa melupakan tanggung jawab utama sebagai mahasiswa.
Legitimasi Anggota Baru Angkatan XVIII ini bukan sekadar kegiatan kaderisasi biasa, tetapi menjadi ruang pembentukan karakter, solidaritas, dan semangat pengabdian bagi generasi muda Nagekeo. Dari proses tersebut lahir harapan baru agar anggota PERMASNA Kupang mampu menjadi pribadi yang kritis dalam berpikir, rendah hati dalam bersikap, serta berani hadir untuk masyarakat.
Dengan semangat persaudaraan dan keberagaman, PERMASNA Kupang terus meneguhkan diri sebagai rumah bersama bagi mahasiswa asal Nagekeo untuk belajar, bertumbuh, dan bergerak demi masa depan daerah yang lebih baik.
“Karena sejatinya, organisasi bukan hanya tempat berkumpul, tetapi ruang untuk ditempa menjadi manusia yang mampu memberi arti bagi sesama dan daerahnya.”
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













