“Kondisi ini dapat berdampak pada infrastruktur yang kita kelola dan juga pada kelangsungan aktivitas masyarakat. Oleh karena itu, saya instruksikan kepada seluruh jajaran Kementerian PU untuk bersiap siaga menghadapi situasi ini,” ujar Menteri Dody.
Ia menginstruksikan Satgas PPB untuk memastikan kesiapan seluruh infrastruktur sumber daya air seperti saluran drainase, tanggul, waduk, dan pengendali sedimen dalam kondisi prima. Pemeriksaan dan perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh.
Selain itu, dalam rangka menghadapi arus mudik dan balik Nataru 2025/2026, dilakukan juga penutupan lubang jalan, perbaikan bahu jalan, pembersihan drainase, dan penambahan rambu lalu lintas di jalur-jalur utama.
“Manfaatkan teknologi untuk memetakan dan memantau daerah rawan bencana agar kita bisa merespons lebih cepat dan tepat. Perkuat koordinasi dengan BNPB, BPBD, BMKG, Kementerian Perhubungan, Polri, TNI, dan pemerintah daerah,” tambahnya.
Kementerian PU juga memastikan ketersediaan logistik dan sumber daya, seperti alat berat, kendaraan evakuasi, mobil toilet, tangki air, posko darurat, serta peralatan Disaster Relief Unit (DRU) agar siap digunakan kapan saja.
Menteri Dody meminta agar SDM selalu siaga dan terlatih dalam penanganan darurat terutama di daerah rawan bencana, serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang langkah-langkah menghadapi bencana.
“Dengan semangat gotong royong, saya yakin kita dapat memastikan seluruh infrastruktur dalam kondisi optimal untuk menghadapi puncak musim penghujan dan mendukung arus lalu lintas Nataru 2025/2026. Keselamatan masyarakat adalah tanggung jawab kita bersama,” tutup Menteri Dody.*
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













