Selanjutnya, Gubernur mengunjungi Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Dalam kunjungan tersebut, beliau menekankan bahwa bendungan ini akan menjadi sumber utama irigasi bagi kawasan pertanian, penyedia air baku, dan memiliki potensi besar untuk mendukung pariwisata di wilayah tersebut setelah beroperasi sepenuhnya.
“Bendungan Temef harus memberikan dampak positif, terutama untuk kesejahteraan petani. Selain itu, kita juga berharap dapat mendorong perkembangan pariwisata di Timor Tengah Selatan yang dapat memberikan manfaat ekonomi tambahan bagi masyarakat,” tambah Gubernur.
**Sinergi untuk Swasembada Pangan**
Gubernur Laka Lena juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, BBWS Nusa Tenggara II, dan para petani untuk memastikan pemanfaatan air yang efisien dan efektif. “Koordinasi yang baik antar semua pihak sangat diperlukan agar pemanfaatan air dari bendungan ini dapat berjalan dengan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya petani,” ujarnya.
Pihak BBWS Nusa Tenggara II menyambut baik arahan Gubernur dan berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air di wilayah NTT. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, BBWS Nusa Tenggara II, dan para petani, kedua bendungan tersebut diharapkan dapat menjadi pilar utama dalam mendukung swasembada pangan di provinsi ini.
“Kami siap memastikan bahwa seluruh infrastruktur yang telah dibangun dapat berfungsi secara maksimal untuk mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat Nusa Tenggara Timur,” kata pihak BBWS Nusa Tenggara II.*
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













