Gubernur NTT mengatakan ajang ini juga bukan hanya balapan semata, melainkan banyak dampak yang dihasilkan dari kompetisi ini, salah satunya pertumbuhan ekonomi melalui sektor UMKM dari masyarakat lokal.
“Sebagaimana disampaikan Bapak Dr. Umbu Rudi Kabunang kemarin : “Drag Bike ini bukan cuma ajang adu nyali, tetapi ruang tumbuh untuk pembalap muda, mekanik, dan UMKM.” Pernyataan ini sangat tepat, karena kita telah menyaksikan bagaimana ratusan pelaku UMKM ikut terlibat. Semua turut merasakan dampak positif kegiatan ini, dimana sektor ekonomi benar-benar kita gerakan,” ujar Gubernur Melki.
Ia juga berharap, agar ajang ini dilaksanakan secara konsisten dan diatur menjadi kalender otomotif sehingga ajang ini benar-benar menjadi wadah para pembalap muda untuk bisa naik kelas ke tingkat yang lebih tinggi.
“Saya mencatat juga bahwa ajang ini tidak hanya diikuti pembalap dari NTT saja, tapi juga dari berbagai daerah : Jawa, NTB, dan lainnya. Ini artinya, Sumba Timur kini menjadi magnet otomotif nasional. Dan bukan tidak mungkin, jika kita konsisten, event ini akan menjadi bagian tetap dari kalender otomotif nasional ke depan. Saya juga yakin, melalui ajang ini, bibit-bibit muda pembalap kita bisa naik level untuk bersaing di tingkat yang lebih tinggi di level nasional,” jelasnya.
“Saya juga mengucapkan profisiat kepada para pemenang dari kejuaraan ini pada berbagai kategori. Kami berharap ke depan kalian bisa terus berkembang dan membawa nama daerah masing-masing, ke panggung Nasional. Tentu harapan ini lebih besar kami gantungkan pada pundak para pebalap asal NTT. Bersama Bapak Rudi Kabunang, kami berkomitmen untuk mengorbitkan pebalap NTT ke kejurnas 2026,” ucap Melki.
“Sekali lagi saya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada semua pembalap yang telah berpartisipasi dalam kejuaraan ini. Anda semua adalah pemenang dalam event ini, karena telah menunjukkan semangat sportivitas, keberanian, dan dedikasi yang tinggi. Bagi saudara-saudara dari luar NTT, bawalah cerita-cerita hangat dari bumi NTT ini ke tempat asal masing-masing,” pungkas Melki Laka Lena.
Event drag bike ini telah menjadi contoh nyata bagaimana semangat olahraga dapat berpadu dengan tawaran pariwisata untuk memutar roda perekonomian lokal. Model kolaborasi ini, diharapkan menjadi contoh bagi kabupaten/kota lain di Provinsi NTT untuk diadopsi dan dikembangkan lebih baik lagi. Sumba Timur sudah tancap gas. Sekarang saatnya kita semua ikut gaspol untuk membangun NTT yang Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera dan Berkelanjutan.*
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













