Duka di Desa Kalali: Petani Tewas dalam Insiden Jatuh dari Pohon

Editor: Redaksi
  • Bagikan
Screenshot 2026 0130 121216

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen dalam memberikan kepastian informasi, sekaligus sebagai dasar untuk penentuan tindak lanjut sesuai dengan peraturan yang berlaku.Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan kerja, khususnya bagi masyarakat yang bekerja di sektor pertanian dan pekerjaan informal, yang memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja.

Istri korban, Mery Ariany Naitnafa, menyampaikan bahwa pihak keluarga memutuskan untuk tidak melakukan autopsi terhadap jenazah korban, sebagai bentuk keikhlasan dan penerimaan atas kepergian almarhum.
“Kami sekeluarga sudah ikhlas atas kepergian suami saya. Kami memilih untuk tidak dilakukan autopsi dan menerima ini sebagai kehendak Tuhan. Semoga kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pekerja agar lebih berhati-hati dan mengutamakan keselamatan saat bekerja,” ujar Mery Ariany Naitnafa.

Ia juga berharap kejadian yang dialami suaminya dapat menjadi pengingat bagi masyarakat dan para pekerja, khususnya di sektor pertanian, untuk lebih memperhatikan keselamatan kerja demi menghindari risiko kecelakaan serupa.
Almarhum meninggalkan 1 Istri dan 2 anak yang masih duduk di bangku sekolah. Istri Almarhum berencana akan mengajukan klaim Jaminan Kematian dan beasiswa kepada BPJS Ketenagakerjaan dikarenakan korban telah terdaftar BPJS Ketenagakerjaan melalui program pekerja rentan Provinsi NTT.

Peristiwa ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran akan pentingnya bekerja dengan aman, pengecekan kelayakan dan keamanan pada saat bekerja, serta mendorong upaya bersama dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih safety, terutama di wilayah Kabupaten Kupang dan sekitarnya.*

  • Bagikan