Selain menggalang solidaritas untuk korban gempa, kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperlihatkan proses pembinaan atlet tinju NTT menuju PON 2028 di NTT-NTB.
Daud Yordan secara khusus menyaksikan pertandingan para petinju muda NTT yang tampil dalam Open Sparing Tinju Anak dan Remaja. Ia menilai NTT memiliki tradisi panjang dalam melahirkan petinju-petinju berprestasi.
“Saya optimis dan sangat yakin. NTT dari zaman ke zaman banyak melahirkan legenda-legenda tinju. Saya yakin prestasi untuk PON 2028, tinju akan menjadi juara,” kata Daud.
Optimisme tersebut disampaikan berdasarkan potensi yang dimiliki NTT serta tradisi tinju yang telah melahirkan banyak atlet berprestasi.
Kepada para petinju muda, Daud berpesan agar tidak hanya mengandalkan bakat, tetapi membangun prestasi melalui disiplin, motivasi, dan kemampuan mengatur waktu.
“Tanamkan disiplin yang tinggi. Tiru senior-senior tinju dari NTT. Motivasi dan semangat yang tinggi untuk meraih prestasi. Dengan disiplin kita bisa mengatur target dan mengatur waktu untuk meraih prestasi,” pesannya.
Sementara itu, keberadaan petinju muda NTT dalam laga amal menunjukkan bahwa panggung olahraga masyarakat juga dapat menjadi bagian dari proses mengasah mental bertanding atlet yang dipersiapkan menuju PON 2028.
Bagi Alex, laga bersama Daud Yordan menjadi kesempatan untuk mendapatkan pengalaman langsung dari salah satu petinju terbaik Indonesia. Demikian pula Eman Maubere yang telah memiliki pengalaman PON dan kini kembali dipersiapkan untuk memperkuat kontingen NTT pada PON 2028.
Legenda dan Generasi Penerus Bertemu
Pertemuan Johni Asadoma dan Daud Yordan dengan para petinju muda NTT malam itu memperlihatkan satu pesan penting: prestasi tidak lahir secara tiba-tiba.
Ada tradisi, pembinaan, latihan, disiplin, pengalaman bertanding, serta keteladanan dari generasi sebelumnya yang harus diteruskan kepada generasi berikutnya.
Johni Asadoma sendiri merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah tinju Indonesia, sementara Daud Yordan dikenal sebagai salah satu petinju profesional Indonesia yang telah mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional.
Kehadiran keduanya di tengah para atlet muda NTT menjadi kesempatan untuk mempertemukan pengalaman para legenda dengan semangat generasi penerus.
Di tengah semangat menyambut PON 2028, pesan yang dibawa dari ring malam itu pun menjadi semakin kuat: NTT tidak hanya ingin menjadi tuan rumah, tetapi juga ingin menyiapkan atlet-atlet yang mampu berprestasi di kandang sendiri.
Pesan malam itu, ring tinju tidak hanya menjadi tempat untuk bertanding. Dari ring, NTT mengirimkan pesan solidaritas untuk Flores. Dari ring pula, NTT menyalakan harapan untuk prestasi olahraga pada PON 2028.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













