Pidato HUT ke-81 RI, Gubernur Melki Tegaskan Estafet Pembangunan NTT Menuju Daerah Maju dan Sejahtera

Reporter : Marlin Editor: Redaksi
  • Bagikan
20260815 105737

KUPANG,timorsavana.com — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan pembangunan NTT merupakan hasil estafet pengabdian lintas generasi yang terus dilanjutkan untuk mewujudkan daerah yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Melki dalam pidato pembangunan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, yang digelar di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPRD Provinsi NTT Emilia Julia Nomleni bersama jajaran pimpinan DPRD NTT, Forkopimda NTT, Plh Sekretaris Daerah Provinsi NTT, instansi vertikal, BUMN, BUMD, serta insan pers dan media massa.

Dalam pidatonya, Melki mengajak seluruh elemen masyarakat melihat perjalanan pembangunan NTT sebagai proses berkelanjutan yang dibangun melalui kontribusi para pemimpin dari masa ke masa.

Ia menyebut Gubernur pertama NTT, William Johanes Lalamentik, telah meletakkan dasar kelembagaan pemerintahan dan pelayanan publik. Selanjutnya, El Tari menggerakkan sektor pertanian dan penghijauan melalui semangat “Tanam, Tanam, Sekali Lagi Tanam.”

img 20260804 wa00021 768x768 1

Sementara Aloysius Benedictus Ben Mboi memperkenalkan pembangunan terpadu melalui Operasi Nusa Makmur, Operasi Nusa Hijau, dan Operasi Nusa Sehat.

“Setiap periode pemerintahan telah memberikan kontribusi dan meletakkan fondasi bagi pembangunan NTT,” kata Melki.

Menurutnya, Hendrikus Fernandez memperkuat ekonomi rakyat melalui GEMPAR atau Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat. Herman Musakabe kemudian memperluas perhatian terhadap pembangunan sumber daya manusia, ilmu pengetahuan dan teknologi, penataan ruang, transportasi, pariwisata, serta tenun ikat sebagai identitas budaya NTT.

Selanjutnya, Piet Alexander Tallo menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan melalui konsep Tiga Batu Tungku, yakni ekonomi rakyat, pendidikan rakyat, dan kesehatan rakyat.

Pada masa Frans Lebu Raya, kata Melki, upaya pengentasan kemiskinan dipercepat melalui program ANGGUR MERAH atau Anggaran untuk Rakyat Menuju Sejahtera.

Baca Juga :  KADIN NTT Siap Dukung Pengendalian Inflasi dan Pemenuhan Kebutuhan Pabrik Pakan Ternak

Sementara pada era Viktor Bungtilu Laiskodat, pembangunan diperkuat pada sektor pertanian, peternakan, kelautan dan perikanan, pariwisata, serta sumber daya manusia melalui pendekatan Field Leadership.

Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS), lanjutnya, turut mendorong perubahan pola pertanian dari subsisten menuju agribisnis yang lebih produktif, modern, dan berorientasi pasar.

“Dan kini, saya, Emanuel Melkiades Laka Lena, bersama Johni Asadoma, sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur periode 2025-2030, melanjutkan estafet pembangunan Nusa Tenggara Timur melalui visi NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan,” ujar Melki.

Visi tersebut kemudian dijabarkan melalui Dasa Cita Ayo Bangun NTT. Menurut Melki, Dasa Cita juga merupakan terjemahan kontekstual dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan mempertimbangkan karakteristik, potensi, tantangan, dan kebutuhan masyarakat NTT.

Ekonomi NTT Tumbuh 5,01 Persen

Melki menyebut berbagai program pembangunan yang dijalankan mulai menunjukkan hasil. Salah satunya terlihat dari pertumbuhan ekonomi NTT.

Pada Triwulan II 2026, ekonomi NTT tumbuh 5,01 persen secara year-on-year dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Pertumbuhan tersebut, menurut Melki, menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat terus bergerak dan sektor-sektor produktif daerah semakin berkembang.

Di sisi lain, persentase penduduk miskin pada Maret 2026 turun menjadi 17,52 persen atau berkurang 1,08 poin persentase dibandingkan Maret 2025. Sementara tingkat ketimpangan pengeluaran yang diukur melalui Gini Ratio berada pada angka 0,319.

“Capaian ini mencerminkan arah pembangunan yang semakin inklusif dengan intervensi terstruktur melalui penguatan ekonomi keluarga, perluasan akses pasar produk lokal, serta pemerataan hasil pembangunan,” katanya.

Melki menegaskan momentum tersebut akan terus dijaga melalui penguatan dan percepatan pelaksanaan Dasa Cita Melki-Johni dengan kolaborasi lintas sektor serta sinergi dengan program pemerintah pusat.

Baca Juga :  Bank NTT Salurkan Bantuan untuk Konservasi Terumbu Karang di Kabupaten Lembata

Fokus Kesehatan dan Penurunan Stunting

Dalam Dasa Cita Kelima, Pemerintah Provinsi NTT menempatkan kesehatan masyarakat sebagai fondasi pembangunan melalui agenda “Posyandu Tangguh, Masyarakat Sehat, dan Bebas Stunting.”

Pemerintah memperkuat Posyandu, pelayanan kesehatan dan gizi, serta percepatan penurunan stunting melalui intervensi terpadu dan kolaborasi lintas sektor.

Berdasarkan data SSGI, prevalensi stunting NTT pada 2024 tercatat 37 persen. Pada 2025, data SSGI masih menggunakan angka 37 persen. Sementara berdasarkan ePPGBM, prevalensi stunting turun dari 21,1 persen pada 2024 menjadi 20,2 persen pada 2025.

Hingga Mei 2026, hasil penimbangan ePPGBM tercatat 22,8 persen. Data tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk terus memperkuat ketepatan pemantauan dan intervensi penanganan stunting.

  • Bagikan