Penantian Puluhan Tahun 24 KK Warga Kampung Pau akan Hadirnya Listrik PLN Akhirnya Terwujud

Reporter : Lia kiki Editor: Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260617 WA0005

MANGGARAIBARAT,timorsavana.com— Bagi sebagian masyarakat perkotaan, membalik sakelar lampu dan melihat ruangan seketika terang adalah hal yang biasa. Namun, bagi warga Kampung Pau, Desa Benteng Tado, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat, kilatan cahaya pertama dari lampu lampu rumah mereka adalah sebuah keajaiban yang telah dinanti selama puluhan tahun.

Mimpi panjang itu akhirnya menjadi nyata setelah PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores Bagian Barat melakukan penyalaan perdana jaringan listrik untuk 24 Kepala Keluarga (KK) di dusun terpencil tersebut pada Sabtu (13/06).

Keberhasilan ini merupakan bagian dari komitmen nyata PLN dalam melakukan percepatan elektrifikasi di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Uniknya, dalam menghadirkan terang di Kampung Pau, PLN mengoptimalkan pemanfaatan Material Return and Warehouse Inventory (MRWI)—sebuah strategi inovatif manajemen aset untuk mempercepat pemerataan akses energi tanpa mengurangi kualitas keandalan.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT), F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa komitmen PLN tidak akan pernah surut untuk menyalakan harapan di seluruh pelosok NTT, sekecil apa pun desa tersebut.

“Hadirnya listrik di Kampung Pau adalah bukti bahwa negara hadir melalui PLN untuk seluruh lapisan masyarakat. Kami memahami betul bagaimana perjuangan warga yang telah mendambakan penerangan selama puluhan tahun. Harapan besar kami, dengan hadirnya listrik di kampung ini, tidak hanya sekadar mengusir kegelapan malam, tetapi benar-benar menyinari dan membawa harapan baru serta memicu roda perekonomian masyarakat di tempat itu,” ungkap F. Eko Sulistyono.

 

Senada dengan hal tersebut, Manager PT PLN (Persero) UP3 Flores Bagian Barat, Eki Putra, menyampaikan bahwa menyalanya listrik di Kampung Pau bukanlah akhir dari sebuah pengabdian, melainkan awal dari babak baru bagi kemajuan masyarakat setempat.

Sumber: Humas PLN NTT
  • Bagikan