Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Winston Rondo, desak pembentukan satgas pencegahan kekerasan di SMA dan SMK. Ia merespons 1.290 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di sekolah yang dirilis DP3AP2KB NTT.
TIMOR SAVANA.COM, KUPANG – Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Winston Neil Rondo, mendorong pembentukan satuan tugas (satgas) pencegahan kekerasan di lembaga pendidikan tingkat SMA dan SMK. Hal ini merespons meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan pendidikan di NTT.
Berdasarkan data yang dirilis Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi NTT, tercatat sebanyak 1.290 kasus kekerasan yang menimpa perempuan dan anak sepanjang tahun terakhir. Dari jumlah itu, kasus tertinggi terjadi di tingkat SMA dengan pelaku dan korban berada di lingkungan sekolah.
“Kami membutuhkan data lebih dalam agar bisa bicara lebih fokus. Karena kewenangan kami ada di jenjang SMA dan SMK, tentu tidak mencakup semua satuan pendidikan,” ujar Winston saat diwawancarai, Senin (8/4).
Ia menegaskan bahwa data dari Ombudsman RI Perwakilan NTT menunjukkan 75 persen pelaku kekerasan yang sedang menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan di NTT merupakan pelaku kekerasan seksual atau asusila. “Ini pertanda bahwa kasus kekerasan seksual masih sangat tinggi,” tegas Winston.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













