Winston menyebut sudah ada tren pembentukan satgas pencegahan kekerasan di beberapa sekolah di NTT. Namun, upaya ini perlu diperluas dan diinstitusionalisasi. “Entah itu lahir dari SK Dinas Pendidikan atau SK Kepala Sekolah, kami akan dorong lebih kencang agar satgas ini ada di semua SMA dan SMK,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak untuk menjamin sekolah sebagai tempat yang aman. “Sekolah, guru, komite, dan orang tua siswa harus sanggup kerja keras memastikan nihil kekerasan di lembaga pendidikan,” tutur politisi Partai Demokrat tersebut.
Winston memastikan bahwa Komisi V DPRD Provinsi NTT mendukung penuh pembentukan satgas ini dan akan segera membicarakannya bersama Dinas Pendidikan dalam rapat-rapat terdekat. “Kami ingin Dinas Pendidikan aware bahwa ini masalah serius dan perlu langkah konkret,” pungkasnya.
Sebagai penutup, ia menegaskan prinsip dasar yang harus dipegang seluruh ekosistem pendidikan di NTT. “Sekolah harus bebas kekerasan. Semuanya harus bertanggung jawab. Kepala sekolah harus menjadi sponsor utama gerakan ini. Apalagi jika kekerasan itu terkait kekerasan seksual,” katanya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













