Saat buaya melintas di dekat petugas, harpoon ditembakkan ke bagian lehernya sehingga hewan tersebut berada dalam kendali tim.
Terjadi tarik-menarik antara buaya dan personel UPS sebelum akhirnya buaya berhasil diamankan dengan bantuan warga. Rahang buaya kemudian dikunci menggunakan pipa dan tali nouse untuk mencegah perlawanan lebih lanjut.
Setelah buaya berhasil dikendalikan, tim melakukan pengukuran dan identifikasi jenis kelamin. Diketahui bahwa buaya tersebut memiliki panjang 2,4 meter dan berjenis kelamin jantan. Buaya kemudian diamankan di kandang penampungan sementara BBKSDA NTT untuk langkah lebih lanjut.
Munculnya buaya di pemukiman warga semakin meningkatkan kekhawatiran akan konflik manusia dan satwa liar di Nusa Tenggara Timur.
Berdasarkan catatan BBKSDA NTT, sejak tahun 2019 hingga awal 2025, sebanyak 59 orang menjadi korban konflik dengan buaya di provinsi ini. Dari jumlah tersebut, 31 orang meninggal dunia, sementara 28 orang lainnya mengalami luka hingga cacat.**
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













