Warga Nusa Tenggara Timur kini dihadapkan pada suhu politik yang kian meningkat menjelang pemilihan gubernur 2024. Dalam tengah-tengah persaingan yang sengit, Simon Petrus Kamlasi, calon gubernur yang diusung oleh partai NasDem, PKB, dan PKS bersama pasangannya, Andrianus Garu, justru hadir dengan pesan yang berbeda. Ia menanggapi adanya serangan black campaign terhadap dirinya dengan bijaksana, sebuah sikap yang menunjukkan kedewasaan dan komitmen pada etika politik yang bersih.
Simon Petrus menyampaikan bahwa dirinya memandang politik bukan sekadar arena untuk meraih kekuasaan, tetapi sebagai ruang pendidikan bagi masyarakat. Ia mengungkapkan harapannya agar warga NTT belajar dari setiap proses dan pengalaman politik, termasuk bagaimana menyaring informasi yang benar dan tidak mudah terprovokasi. “Saya ingin masyarakat kita semakin dewasa dalam berpolitik. Bad news is good news, jadi kalau orang melakukan kampanye hitam terhadap saya, justru saya makin dikenal,” ujarnya dengan nada tenang.
Namun, meski menyadari bahwa ketenaran bisa datang dari kontroversi, Simon Petrus menegaskan bahwa baginya, popularitas bukanlah segalanya. Menurutnya, hal terpenting adalah bagaimana masyarakat bisa melihat nilai yang objektif dan menjaga kedamaian politik di NTT. Ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi setiap berita, agar pemilihan ini benar-benar memberikan dampak positif bagi pembangunan NTT ke depan.
Di hadapan para pendukungnya, Simon Petrus mengajak mereka untuk menahan diri dan tidak terpengaruh oleh kampanye negatif yang sengaja disebar oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Ia menegaskan, “Kalau ini sudah terlanjur terjadi, alangkah baiknya jika kita tidak melakukannya lagi. Karena kita tak sedang memberi contoh positif kepada masyarakat.” Sebagai seorang calon pemimpin, Simon menunjukkan sikap yang besar dengan memilih untuk memaafkan.
Tidak hanya sampai di situ, Simon juga memberikan imbauan agar para pendukungnya tetap berfokus pada perjuangan yang lebih besar untuk membawa perubahan positif bagi NTT. “Saya memaafkan, dan saya mengimbau kepada seluruh pendukung paket SIAGA untuk tidak memperbesar masalah ini. Kita bungkus saja, tetap awasi dinamika di lapangan dengan bijak dan jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan,” ucapnya dengan penuh kesungguhan.
Sikap tenang dan pengampunan dari Simon Petrus mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Tidak sedikit warga NTT yang merasa terharu dengan kebesaran hatinya. Sebagai calon gubernur, ia menunjukkan karakter yang matang dan menginspirasi, mengedepankan persatuan dan kedamaian di atas ambisi politik. Baginya, demokrasi adalah ruang untuk meraih kesejahteraan bersama, bukan ajang untuk saling menjatuhkan.
Pesan dan sikap Simon Petrus ini membawa harapan bagi masa depan demokrasi di NTT yang lebih sehat, bermartabat, dan membawa perubahan nyata bagi masyarakat. Dengan komitmennya pada nilai-nilai positif, Simon Petrus dan Andrianus Garu memberikan contoh bagi masyarakat dan calon pemimpin lainnya, bahwa politik yang jujur dan beretika adalah kunci menuju kemajuan NTT yang sejati.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












