Ia menjelaskan, program kelas khusus hoki telah dimulai sejak Tahun Ajaran 2025/2026 dengan satu kelas berisi 36 siswa laki-laki. Tahun ini, sekolah kembali membuka satu kelas berjumlah 36 siswa yang terdiri atas 18 siswa putra dan 18 siswa putri sebagai bagian dari regenerasi atlet.
“Permintaan dari Pengurus Federasi Hoki Provinsi NTT agar kami juga membentuk kelas putri. Karena itu, tahun ini kuota dibagi menjadi 18 putra dan 18 putri agar pembinaan berjalan seimbang,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Sekretaris Federasi Hockey NTT, Hironimus Pati, mengajak para peserta seleksi memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Ia menegaskan bahwa SMA Negeri 7 Kupang saat ini menjadi satu-satunya SMA di NTT yang memiliki kelas khusus hockey.
“Kalian harus bangga karena cabang olahraga hockey hanya ada di SMA Negeri 7 Kupang. Ini merupakan peluang emas untuk menjadi atlet yang akan dipersiapkan menghadapi PON 2028,” katanya.
Hironimus, yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah Khusus Olahraga (SKO) flobamorata , mengatakan pihaknya mendukung penuh penyelenggaraan kelas khusus hockey di SMA Negeri 7 Kupang. Menurutnya, keberadaan kelas tersebut bukan menjadi pesaing SKO, melainkan memperluas pusat pembinaan atlet di NTT.
“NTT sebagai tuan rumah PON 2028 membutuhkan banyak atlet berkualitas. Karena itu, pembinaan tidak cukup hanya dilakukan di SKO, tetapi juga harus melibatkan sekolah-sekolah reguler seperti SMA Negeri 7 Kupang,” ujarnya.
Ia menambahkan, kurikulum kelas khusus hoki mengadopsi pola pembelajaran yang diterapkan di SKO, yakni memadukan pendidikan akademik dan pembinaan olahraga secara seimbang dengan komposisi sekitar 60 persen akademik dan 40 persen latihan olahraga sesuai karakteristik cabang hockey .
Hironimus berharap keberhasilan SMA Negeri 7 Kupang dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di NTT untuk membuka kelas khusus olahraga sebagai bagian dari upaya mencetak atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













