Di bawah kepemimpinannya, Bank NTT menargetkan laba bersih sebesar Rp260 miliar pada 2026, meningkat sekitar 28 persen dari proyeksi tahun ini. Namun, Charlie menegaskan bahwa angka bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan.
“Keberhasilan sejati adalah ketika kehadiran Bank NTT mampu dirasakan langsung oleh masyarakat dan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” tuturnya.
Untuk itu, ia berencana melakukan kunjungan ke seluruh kabupaten di Nusa Tenggara Timur.
“Saya akan keliling ke setiap kabupaten. Kepala cabang Bank NTT di daerah harus bekerja sama dengan para bupati untuk mengidentifikasi potensi usaha yang bisa dikembangkan,” tambahnya.
Charlie Paulus telah meniti karier selama lebih dari 30 tahun, sebagian besar di Pulau Jawa. Lulusan Teknik Gas dan Petrokimia Universitas Indonesia ini menemukan panggilan hidupnya di dunia perbankan. Kariernya berawal sebagai management trainee di Bank Panin, sebelum kemudian menjabat berbagai posisi strategis seperti Presiden Direktur Bank Danpac (kini J Trust Bank), Presiden Komisaris Bank Kesawan (kini QNB Indonesia), hingga Presiden Direktur Bank Index selama satu dekade (2007–2017).
Selain itu, ia juga memperkuat kompetensinya melalui berbagai pelatihan dan sertifikasi internasional, termasuk di University of California, Irvine, dan Asian Institute of Management, Manila.
“Sejak lama banyak teman mengajak saya pulang untuk membangun NTT lewat Bank NTT. Sekarang waktunya. Saya ingin membantu rakyat lewat lembaga ini,” pungkasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













