Untuk memastikan proses pembelajaran berjalan optimal, Jeremias mengatakan SMK Negeri Kolbano perlu terus memperkuat sarana pembelajaran sekaligus membangun kemitraan dengan dunia industri.
Menurutnya, pengalaman siswa di dunia kerja menjadi bagian penting karena mereka dapat menguji langsung kompetensi yang dipelajari di sekolah.
Ia menyebut siswa jurusan Perjalanan Wisata SMK Negeri Kolbano telah mendapatkan kesempatan praktik melalui mitra industri di Kota Kupang. Sementara siswa Perhotelan juga mendapatkan kesempatan menjalani praktik di industri perhotelan.
Bahkan, kata Jeremias, terdapat siswa yang setelah menjalani praktik kemudian mendapatkan kesempatan untuk bekerja di hotel.
“Ini sangat mendukung proses pembelajaran di sekolah karena kita bisa melihat anak sekolah dan sudah bekerja. Itu menjadi salah satu indikator bahwa proses pembelajaran vokasi berjalan,” ujarnya.
Jeremias juga menekankan pentingnya dukungan orang tua dan masyarakat terhadap keberadaan SMK Negeri Kolbano.
Menurutnya, dukungan tersebut diperlukan agar siswa dapat menjalani pendidikan sesuai pilihan, minat dan bakat mereka.
Ia mengatakan keberadaan komite sekolah, orang tua dan masyarakat menjadi bagian dari dukungan terhadap proses pendidikan di SMK Negeri Kolbano.
“Dukungan orang tua sangat penting untuk memastikan anak-anak ke sekolah sesuai dengan pilihan mereka. Mereka belajar di bawah bimbingan bapak dan ibu guru,” katanya.
Jeremias berharap pengembangan SMK Negeri Kolbano dapat menjadi contoh bagi sekolah vokasi lainnya di TTS. Setiap SMK, menurut dia, dapat mengembangkan program keahlian sesuai potensi wilayah dan kebutuhan dunia kerja.
“Ini menjadi pembelajaran praktik baik bagi SMK-SMK lain dalam vokasinya masing-masing, sehingga dapat menunjukkan bahwa SMK hadir untuk memastikan pembelajaran itu terukur dan mempersiapkan anak-anak yang berkualitas menuju masa depan sesuai bakat, minat dan pilihannya masing-masing,” pungkas Jermias.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













