Sefrit mengatakan keikutsertaan atlet dan wasit TTS dalam agenda nasional tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan pengalaman sekaligus kualitas sumber daya manusia tenis meja di daerah.
“Kita tentu optimistis mereka akan tampil optimal. Mereka sudah berlatih dan akan bersaing dengan peserta dari semua provinsi. Tentu sesuatu yang tidak mudah, tetapi tahapan ini kita bangga dengan prestasi yang mereka raih,” katanya.
Ia menyebutkan, pada perkembangan pertandingan, atlet putri dari kontingen NTT telah berhasil menembus babak 16 besar.
Menurut Sefrit, pengalaman bertanding di tingkat nasional menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet. Persaingan dengan atlet dari berbagai daerah dapat menjadi tolok ukur kemampuan sekaligus bahan evaluasi bagi pembinaan tenis meja di TTS.
Di sisi lain, PTMSI TTS juga berharap peningkatan kualitas wasit dapat berjalan beriringan dengan pembinaan atlet. Dengan semakin banyaknya wasit yang memiliki lisensi nasional, TTS memiliki sumber daya manusia yang dapat berkontribusi dalam berbagai kejuaraan tenis meja di tingkat yang lebih tinggi.
Sefrit menyebutkan saat ini terdapat sekitar 10 wasit tenis meja di TTS yang telah memiliki lisensi D. Dari jumlah tersebut, enam orang telah mengikuti pelatihan untuk mendapatkan lisensi C, sedangkan tiga orang telah mengikuti pelatihan lisensi B.
“Kita bersyukur dalam berbagai keterbatasan anggaran, sehingga pembiayaan secukupnya saja, tetapi kita tetap bisa mengirim atlet dan wasit ke sana,” ujarnya.
Ia berharap kesempatan yang diperoleh atlet dan wasit TTS di Jakarta dapat menjadi bagian dari proses pembinaan jangka panjang. Termasuk membuka peluang bagi sumber daya manusia tenis meja TTS untuk berkontribusi dalam event olahraga nasional di masa mendatang.
Sefrit mengatakan peluang tersebut tetap harus melalui proses seleksi sesuai ketentuan. Namun, dengan peningkatan lisensi dan pengalaman, wasit asal TTS diharapkan memiliki kesiapan apabila kesempatan untuk terlibat dalam event nasional terbuka.
“Kalau ruang itu terbuka, mereka bisa ada di dalam. Tentu akan diseleksi, tetapi paling tidak sebagai sumber daya manusia mereka sudah lolos tahapan-tahapan itu,” katanya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













