Menurutnya, diperlukan kemampuan manajerial dan kepemimpinan yang efektif. Calon harus memiliki pengalaman dan kemampuan dalam manajemen serta kepemimpinan yang efektif, mampu merangkul berbagai pihak untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan pembangunan.
Pemimpin juga harus inovatif dan adaptif, mampu menghadirkan inovasi dalam mengatasi masalah-masalah lokal serta adaptif terhadap perubahan dan perkembangan global. Selain itu, pemimpin harus selalu dekat dengan rakyat, peka terhadap kebutuhan dan aspirasi masyarakat, serta mampu berkomunikasi dan membangun hubungan yang baik dengan warga.
Lebih lanjut, Mantan aktivis ITAKANRAI Kupang, mengungkapkan bahwa beberapa calon yang telah mendaftar dalam Pilkada Malaka 2024 menunjukkan potensi yang beragam. Mereka membawa berbagai latar belakang dan pengalaman yang bisa menjadi modal penting dalam menjalankan roda pemerintahan. Dari kalangan politisi berpengalaman hingga ASN yang memiliki rekam jejak baik, persaingan dalam Pilkada ini diprediksi akan berlangsung ketat.
Kesadaran masyarakat akan pentingnya memilih pemimpin yang tepat juga semakin meningkat. Partisipasi aktif dalam proses pemilihan, mulai dari mengenali calon, mengikuti kampanye, hingga menggunakan hak pilih dengan bijak, menjadi kunci suksesnya Pilkada ini.
Pilkada Malaka 2024 bukan hanya sekadar ajang memilih pemimpin, tetapi juga menjadi refleksi dari aspirasi dan harapan masyarakat untuk masa depan yang lebih baik.
Dengan memilih pemimpin yang revolusioner, diharapkan Kabupaten Malaka dapat bergerak maju dan menghadirkan perubahan signifikan yang dirasakan oleh seluruh warganya,” tutup Yanuarius, mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kupang.*
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













