Kunjungan Kasih Kejati NTT ke Tiga Panti Asuhan dalam Rangka Menyambut Natal 2025

Editor: Redaksi
  • Bagikan
IMG 20251201 WA0127

Kupang,Timorsavana.com – Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) melaksanakan Kunjungan Kasih secara serentak ke tiga panti asuhan di Kota Kupang, yakni Panti Asuhan Kasih Agape Belo, Panti Asuhan Putri Aisyiyah, dan Panti Asuhan Holy Angel Labat, pada Senin, 1 Desember 2025.

Kegiatan ini merupakan rangkaian Bhakti Sosial Kejati NTT dalam rangka menyambut Perayaan Natal 2025, sebagai bentuk kepedulian dan komitmen untuk menghadirkan sukacita Natal serta mempererat hubungan kemanusiaan dengan masyarakat.

Kunjungan Kasih Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur ke Panti Asuhan Kasih Agape Belo berlangsung dalam suasana penuh kehangatan. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Roch Adi Wibowo, S.H., M.H., yang hadir bersama jajaran Pejabat Utama Kejati NTT sebagai wujud nyata kepedulian sosial di penghujung tahun.

Turut hadir Asisten Intelijen Kejati NTT, Bambang Dwi Murcolono, S.H., M.H.; Asisten Pembinaan Kejati NTT, Dr. Henderina Malo, S.H., M.Hum.; Kepala Bagian Tata Usaha Kejati NTT, Roby Permana, S.H., M.H.; serta Koordinator Kejati NTT, Mourest Aryanto Kolobani, S.H., M.H. Kehadiran para pejabat ini menjadi simbol kebersamaan dan komitmen Kejati NTT untuk hadir, melihat langsung kondisi anak-anak panti, serta memberikan dukungan nyata dalam rangka menyambut Natal.

Panti Asuhan Kasih Agape Belo berada di bawah naungan Yayasan Sosial Cinta Anak Kupang (YASCACU), sebuah Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) “Kasih Agape” yang telah terdaftar resmi melalui SK Menteri Hukum dan HAM RI Nomor: AHU–0009214.AH.01.04 Tahun 2023, serta memiliki legitimasi hukum berdasarkan Akta Notaris Roberto Valentino Mambaitfeto, S.H., M.Kn., Nomor 02 tanggal 06 Juni 2023.

Berlokasi di Jalan Kabuka RT 21/RW 01, Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang – NTT, panti ini menaungi puluhan anak dari bayi hingga mahasiswa, dengan misi memberikan perlindungan, pendidikan, dan kasih sayang.

Baca Juga :  Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa Ke-64 dan HUT XXIV Ikatan Adhyaksa Dharma Kartini di NTT

Dalam sambutannya, Dominggus Hariyadi Langkameng, Ketua Panti Asuhan Kasih Agape Belo, menyampaikan kisah perjalanan panti yang penuh pergumulan dan penyertaan Tuhan. Ia mengungkapkan bahwa panti tersebut berdiri bukan karena kemampuan dan sumber daya, melainkan semata-mata karena kasih dan campur tangan Tuhan.

Dominggus menjelaskan bahwa dirinya adalah alumni pertama panti, salah satu dari sembilan anak asuh yang memulai perjalanan awal panti tersebut. Sejak kecil ia harus bekerja keras, bahkan saat duduk di kelas 1 SD sudah bekerja di kebun untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Pada tahun 2006, panti harus pindah ke lokasi yang sekarang karena tanah sebelumnya bukan milik mereka. Kondisi sulit memaksa mereka bertahan hidup dengan menjual batu karang untuk makan sehari-hari. Namun berkat dukungan berbagai pihak, termasuk Kejaksaan Tinggi NTT, panti ini kini berkembang dan menampung 54 anak asuh dari berbagai jenjang usia.

  • Bagikan