Harganas 2026, Gubernur NTT Tegaskan Kehadiran Ayah Kunci Membangun Keluarga Berkualitas

Reporter : Lia kiki Editor: Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260629 WA0010

Sementara itu, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dr. Mauliwaty Bulo, M.Si., menegaskan bahwa peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam membangun keluarga berkualitas sebagai fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045.

Mauliwaty menjelaskan, pelaksanaan Harganas mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2014 tentang Hari Keluarga Nasional serta Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Nomor 16 Tahun 2026. Tahun ini Harganas mengusung tema “Ayah Wajib Hadir”, sebagai ajakan agar ayah dan ibu bersama-sama menjalankan peran pengasuhan dalam membentuk keluarga yang tangguh dan berkualitas.

“Tema ini menjadi refleksi bahwa ayah tidak hanya berperan sebagai pencari nafkah, tetapi juga harus hadir secara aktif dalam pengasuhan, pendidikan, dan tumbuh kembang anak bersama ibu demi mewujudkan Generasi Emas 2045,” ujarnya.

Melalui peringatan Harganas tahun ini, BKKBN NTT juga mendorong perubahan perilaku para ayah agar lebih meluangkan waktu berkualitas bersama keluarga, mengurangi penggunaan gawai saat berada di rumah, dan terlibat aktif secara emosional maupun psikologis dalam pengasuhan anak sebagai upaya mencegah fenomena fatherless.

Menurutnya, melalui Harganas ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara Perwakilan BKKBN Provinsi NTT, Organisasi Perangkat Daerah Keluarga Berencana (OPDKB) kabupaten/kota, Tim Penggerak PKK, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pemenuhan gizi seimbang pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan, percepatan penurunan stunting, serta penguatan implementasi delapan fungsi keluarga di tingkat rumah tangga.

Dalam laporannya, Mauliwaty menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan Harganas ke-33 dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten/kota di Provinsi NTT. Berbagai kegiatan yang digelar antara lain upacara peringatan Harganas, pelayanan KB pasca persalinan dengan target 6.886 akseptor, lomba Kampung Keluarga Berkualitas dan Rumah Data Kependudukan, donor darah, cek kesehatan gratis, lomba memasak bagi para ayah, edukasi keluarga oleh penyuluh KB dan Tim Pendamping Keluarga, lomba video pendek antikorupsi, kompetisi media promosi dan komunikasi, informasi, edukasi (KIE), gelar dagang kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA), hingga kegiatan family gathering bagi pegawai BKKBN Provinsi NTT.

Baca Juga :  Jaga kekondusifan Wilayah Hukum, Polres Ngada laksanakan Patroli Rutin

Ia juga menyampaikan capaian membanggakan Provinsi NTT, yakni Kampung KB Halapaji, Kecamatan Sabu Liae, Kabupaten Sabu Raijua, yang berhasil meraih peringkat ketiga tingkat nasional pada kategori Kampung Keluarga Berkualitas Daerah Prioritas Pembangunan. “Prestasi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan seluruh mitra pembangunan mampu menghadirkan inovasi dalam pembangunan keluarga di Nusa Tenggara Timur,” katanya.

  • Bagikan