“Tahun ini, sektor SDA turut dilibatkan dalam pengamanan arus mudik. Jika terjadi banjir atau genangan air di jalan, baik tol maupun non-tol, hal tersebut tentu akan menghambat perjalanan pemudik. Oleh karena itu, seluruh balai harus siaga dengan peralatan dan personel,” ujarnya.
Sementara itu Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II telah menyiapkan tiga posko Lebaran yang tersebar di Pulau Timor, Flores, dan Sumba. Posko induk berlokasi di Oesao, Kabupaten Kupang.
Kepala BBWS Nusa Tenggara II, Parlinggoman Simanungkalit, menjelaskan bahwa keterlibatan sektor SDA dalam pengamanan arus mudik tahun ini merupakan langkah strategis, mengingat potensi gangguan perjalanan tidak hanya berasal dari infrastruktur jalan, tetapi juga dari faktor cuaca dan bencana alam.
Seluruh peralatan dan personel telah disiagakan dan dijadwalkan untuk standby hingga masa arus mudik dan arus balik, diperkirakan hingga H+4 atau H+5 Lebaran.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca selama perjalanan mudik. Pemudik diharapkan memperhatikan informasi dari BMKG serta menghindari perjalanan saat hujan lebat, terutama di jalur dengan tebing curam yang rawan longsor.
Dengan kesiapan ini, diharapkan arus mudik Lebaran 1447 H di wilayah NTT dapat berjalan dengan aman, lancar, dan minim gangguan akibat bencana hidrometeorologi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













