“Jika pendapatan petani meningkat, maka PAD daerah juga akan terdongkrak,” tegas Yohanis.
Transformasi besar ini tak lepas dari peran dominan Gubernur Melki Laka Lena. Ia mendorong penguatan modal inti Bank NTT melalui kerja sama strategis dengan Bank Jatim, serta menekankan pentingnya digitalisasi, kanal pembayaran online, dan pembiayaan berbasis komunitas sebagai langkah jangka panjang.
“Bank NTT bukan hanya agen keuangan, tapi agen pembangunan,” tegas Yohanis, memperkuat narasi bahwa lembaga ini kini menjadi bagian integral dari orkestrasi pembangunan daerah.
Dengan kinerja positif, setoran dividen signifikan, dan komitmen terhadap sektor pertanian dan UMKM, Bank NTT menunjukkan bahwa transformasi institusi keuangan bisa menjadi jalan nyata untuk membangun NTT dari desa, oleh rakyat, dan untuk masa depan yang lebih baik.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













