Sementara itu, sebanyak 31 peserta yang bertugas di tingkat kabupaten akan menjalani pendidikan dan latihan intensif sebelum pelaksanaan upacara pengibaran dan penurunan bendera.
Para peserta dijadwalkan mengikuti pelatihan selama 10 hari mulai 20 Juli hingga 14 Agustus 2026 di halaman Kantor Bupati TTS.
Selama masa pelatihan, para calon Paskibraka akan mendapatkan pembinaan fisik, mental, kedisiplinan, wawasan kebangsaan, serta latihan baris-berbaris yang dipandu oleh tim pelatih.
Bupati Timor Tengah Selatan, Eduard Markus Lioe, dalam sambutannya menegaskan bahwa menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar memiliki kemampuan baris-berbaris ataupun mengibarkan Sang Merah Putih.
Menurutnya, Paskibraka merupakan wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, serta semangat nasionalisme bagi generasi muda.
“Menjadi bagian dari Paskibraka bukan sekadar tentang baris-berbaris atau mengibarkan bendera. Ini adalah wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, dan jiwa nasionalisme,” ujar Bupati Eduard Markus Lioe.
Ia juga mengingatkan para peserta agar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar sebanyak mungkin dari para pelatih, menjaga kekompakan, serta selalu mengutamakan keselamatan dan kesehatan selama mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Menurutnya, proses latihan yang akan dijalani merupakan bekal penting untuk membentuk generasi muda TTS yang tangguh, bertanggung jawab, dan berdedikasi tinggi bagi daerah maupun bangsa.*
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













