Ia menyebutkan bahwa berbagai capaian dan perubahan positif yang dirasakan Kota Kupang saat ini tidak terlepas dari dukungan masyarakat dan peran gereja. Sejumlah penghargaan nasional yang berhasil diraih Kota Kupang antara lain masuk dalam 10 Besar Indeks Kota Toleran, penghargaan Kota Peduli Inklusivitas dan Cinta Damai, serta TP2DD Terbaik untuk wilayah Bali-Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.
Selain itu, Kota Kupang juga meraih penghargaan perencanaan pembangunan tertinggi dari Bappenas pada akhir tahun 2025. Dalam pengelolaan transfer ke daerah, Kota Kupang mencatat capaian 94 persen, tertinggi di NTT. Sementara itu, indeks pelayanan publik Kota Kupang memperoleh nilai 4,01 dengan kategori sangat baik, terbaik di Provinsi NTT.
Meski demikian, Wali Kota menegaskan bahwa capaian tersebut bukan semata keberhasilan pimpinan daerah. “Ini bukan hebat saya atau Ibu Wakil Wali Kota. Ini karena gotong royong dan dukungan warga Kota Kupang, termasuk GMIT dan Klasis Kota Kupang,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan hasil survei kepuasan publik yang dilakukan secara independen oleh Universitas Nusa Cendana melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Kota Kupang mencapai 80,1 persen, tertinggi sepanjang sejarah Kota Kupang. “Itu menjadi motivasi bagi kami di tahun 2026 untuk terus bekerja keras, tidak cepat puas, dan harus lebih baik lagi,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus saling menguatkan seperti sebuah keluarga. “Kota yang kuat dimulai dari keluarga yang kuat. Kota Kupang bercahaya hari-hari ini bukan karena satu obor besar, tetapi karena lilin-lilin kecil yang dinyalakan di setiap keluarga,” pungkasnya.*
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













