“Melalui tema ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk bersatu dan bergotong royong membangun Kelurahan Bakunase. Kita harus menjadi kekuatan yang bangkit bersama demi kemajuan kampung tercinta,” ujarnya.
Wilhelmus juga menanggapi adanya perbedaan pendapat di masyarakat terkait proses penggalangan dana untuk kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa seluruh dana berasal dari swadaya masyarakat dan sumbangan sukarela.
“Dalam proses penggalangan dana, panitia bersama RT dan RW menyampaikan proposal dukungan. Ada warga yang memberikan sumbangan dengan sukarela, dan kami sangat berterima kasih. Namun, ada juga yang menilai berbeda di media sosial. Kami menghargai setiap pendapat karena itu bagian dari dinamika masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, dana bantuan dari pemerintah sebesar Rp15 juta belum mencukupi kebutuhan kegiatan, sehingga panitia melakukan penggalangan tambahan melalui masyarakat dan pelaku usaha di sekitar Bakunase.
Dia berharap agar festival ini menjadi wadah untuk menyalurkan kreativitas serta mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi ajang bagi warga untuk berkumpul, berkreasi, dan mengembangkan bakat. Dengan semangat kebersamaan, kita bisa membangun Bakunase menjadi lebih baik dari tahun ke tahun,” pungkasnya.*
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













