Pj. Gubernur : “Pentahbisan Uskup Agung Kupang sebagai Peristiwa Sukacita bagi Masyarakat NTT”

  • Bagikan
IMG 20240510 WA0012

“Monsinyur Petrus Turang menjadi bagian yang tak terpisahkan dan salah satu tokoh panutan masyarakat NTT. Karena itu, sudah sepantas dan sewajarnya, kami berharap agar kiranya Yang Mulia Mgr. Petrus Turang terus berada bersama kami di NTT. Kami masih tetap membutuhkan Pertransiit Benefaciendo melalui sumbangsih pemikiran dan karya pelayanan dari Yang Mulia untuk bersama-sama memajukan daerah ini,” tambah Pj. Gubernur.

Sementara itu, Uskup Agung Kupang Mgr. Hironimus Pakaenoni mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan dari semua pihak atas pentahbisannya sebagau Uskup Agung Kupang.

“Puji syukur atas berkat Tuhan mempercayakan martabat mulia kepada saya sebagai gembala kawanan umatnya di wilayah Keuskupan Agung Kupang melalui penetapan Bapa Suci Paus Fransiskus serta Upacara Pentahbisan Episkopal Hari ini,” kata Uskup Mgr. Hironimus Pakaenoni.

“Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam pentahbisan saya sebagai uskup keuskupan agung kupang. Terima kasih kepada Yang Mulia Mgr. Piero Pioppo selaku uskup pentahbis, dan kepada Mgr. Petrus Turang Uskup yang telah bersedia membimbing dan membina serta mendampingi saya selama ini”, katanya.

Uskup Mgr. Hironimus Pakaenoni juga mengutarakan tugas sebagai gembala adalah tentang cinta kasih.

“Dalam tugas sebagai gembala bukanlah tentang kompetensi manusiawi melainkan tentang cinta kasih kita. Tugas penggembalaan untuk memimpin dan melayani bukanlah tugas individu saja melainkan tugas bersama antara satu dengan yang lain. Kita semua selalu berjalan bersama. Kita saling peduli dan melayani satu sama lain dalam kerja sama dengan kehendak baik bagi banyak orang. Pelayanan bukanlah pertunjukan diri sendiri yang spektakuler melainkan sebagai gembala biasa dalam komunitas beriman,” katanya

Baca Juga :  Jembatan Kembar Liliba Rampung, Wamen PU Tinjau Progres Pembangunan

“Pelayanan juga adalah sebuah misteri dimana kita menjadikan cinta kita yang sering terbatas dan sarat pamrih sebagai pintu gerbang bagi cinta Tuhan yang tidak terbatas tanpa syarat dan tanpa pamrih,” tambah Uskup Mgr. Hironimus Pakaenoni.

Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr. Antonius Subianto Bunyamin, dalam sambutannya turut memberikan apresiasi kepada Mgr. Hironimus Pakaenoi dan mengucapkan terima kasih kepada Mgr. Petrus Turang atas dedikasi dan pengabdian dalam karya penggembalaan selama ini.

“Selamat atas pentahbisannya kepada Mgr. Hironimus Pakaenoni sebagai Uskup Agung Kupang dan selamat bergabung dengan Konferensi Wali Gereja Indonesia,” kata Mgr. Antonius.

“Terima kasih juga kepada Mgr. Petrus Turang atas penggembalaanya selama 27 tahun di Kesukupan Agung Kupang. Semoga dengan dinamika kegembalaan ini sungguh menampilkan Gereja Keuskupan Agung Kupang yang makin berjalan bersama semangat injil. Kasih kepada Tuhan adalah landasan bagi setiap orang utk menggembalakan domba-dombanya. Yang kita gembalakan adalah domba-domba yang dititipkan Tuhan pada kita. Maka gembala harus bijaksana menggembalakan domba-domba Tuhan maka janganlah bertindak semaunya dan jangan otoriter,” titip pesan Mgr. Antonius.

Sementara itu, Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang Mgr. Petrus Turang, mengungkapkan pentahbisan Uskup sebagai peristiwa menghidupkan kesaksian dan cinta kasih.

IMG 20240510 WA0017

“Dengan merayakan pentahbisan Uskup Gereja kita khususnya di Keuskupan Agung Kupang adalah mendulang anugrah kasih Allah dalam diri Uskup tertahbis yang akan menggembalakan umat Katolik dalam membina serta membimbing persekutuan hidup iman yang hidup dan menghidupkan kesaksian dalam cinta kasih,” kata Mgr. Petrus Turang.

“Uskup sebagai gembala harus sadar bahwa dia adalah wounded shepherd (gembala terluka) yang memerlukan pemulihan dan penyembuhan bersama seluruh kawanan yang dipercayakan kepadanya. Oleh karena itu si gembala hendaknya bersikap rendah hati dan murah hati biarpun tegas agar kehadiran uskup sejatinya memekarkan kemerdekaan anak-anaka Allah untuk bersaksi tentang belas kasih Allah yang menyambut dan merangkul semua orang dengan segenap hati seperti kristus menghantar semua umatnya kepada Tuhan,” jelas Mgr. Petrus Turang.*

  • Bagikan