Festival Salib Paskah Semarakkan Sejahtera Land, 12 Tim Beradu Kreativitas

  • Bagikan
IMG 20250505 221527

Timor Savana.Com, Kupang – Semangat Paskah begitu terasa di kawasan Sejahtera Land saat Sejahtera Grup menggelar Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang dilanjutkan dengan penyerahan hadiah lomba hias salib, Senin (6/5). Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari perayaan Paskah yang menggugah dan disambut antusias oleh warga setempat.

Kebaktian dipimpin oleh Pendeta Yandi Manobe dan berlangsung dengan penuh khidmat. Suasana yang menyentuh hati menciptakan refleksi rohani yang mendalam, memperkuat makna Paskah bagi seluruh jemaat yang hadir.

Usai kebaktian, acara berlanjut dengan pengumuman dan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba hias salib. Sebanyak 12 tim ambil bagian dalam lomba yang digelar untuk pertama kalinya ini, menyulap sisi kiri dan kanan jalan Sejahtera Land menjadi galeri terbuka bernuansa Paskah.

Boby Liyanto, Pimpinan Sejahtera Grup, menyebut festival ini sebagai bentuk perayaan Paskah yang kreatif dan penuh makna. “Sebenarnya ini momentum kita merayakan Paskah. Makanya kita buat festival salib Paskah di kiri dan kanan jalan. Ini yang pertama kali, dan responnya luar biasa,” ujarnya.

Boby optimis kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan yang semakin besar di masa depan. “Tahun depan GMIT siap mendukung penuh. Saya yakin bisa mencapai 20 hingga 30 tim yang ikut. Kalau sebanyak itu, jalan ini pasti penuh. Dan kita akan laksanakan setiap tahun. Bahkan saya membayangkan ini bisa menjadi agenda Kabupaten Kupang,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang adu estetika, tetapi merupakan bentuk perenungan iman. “Ini adalah cara kami memperingati Paskah dan meresapinya secara lebih dalam. Tema lomba pun diselaraskan dengan tema Paskah GMIT, dan penilaian didasarkan pada kreativitas, keindahan, dan makna teologis,” jelasnya.

Andri Talimanu, perwakilan tim GACOR yang meraih juara ketiga, mengapresiasi penyelenggaraan lomba ini. Kepada TimorSavana.com, ia mengatakan bahwa festival ini bukan sekadar ajang pamer kreativitas, melainkan sarana memaknai makna kemenangan dalam balutan iman Paskah. “Ini pesta rohani yang harus terus dilaksanakan untuk menyadarkan manusia bahwa kita sudah ditebus. Tugas kita adalah menjawab karya keselamatan itu dengan melakukan perintah Tuhan,” ucapnya.

Baca Juga :  Pemkot Kupang Fokus Tingkatkan Kualitas Pendidikan dan Kelestarian Lingkungan di Sekolah
  • Bagikan