Gubernur Melki juga mengingatkan agar seluruh penonton menjadi suporter yang baik dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Mari jadi penonton yang memberi dukungan tanpa membuat keributan. Mencintai sepak bola berarti mencintai keragaman, menghargai perbedaan, siap menang, dan siap kalah,” pesan Gubernur.
Sementara itu, Ketua Panitia ETMC 2025, Piter Mite, melaporkan bahwa turnamen kali ini mengusung tema “Sport and Culture” dan akan berlangsung mulai 9 November hingga 5 Desember 2025. Sebanyak 28 klub dari seluruh kabupaten/kota di NTT turut berpartisipasi dengan total hadiah sebesar Rp.655 juta.
Ketua Asprov PSSI NTT, Chris Mboeik, menambahkan bahwa turnamen ini menjadi wadah penting untuk melahirkan talenta muda sepak bola di NTT.
“Kalau bicara olahraga yang mampu mempersatukan kita semua, jawabannya adalah sepak bola. Dari turnamen ini akan ada tiga tim terbaik yang menjadi wakil NTT di Liga 3 Nasional. Sepak bola di NTT siap menjadi industri. Kita juga sedang bersiap menuju PON 2028 dengan infrastruktur yang lebih baik,” jelasnya.
Wakil Bupati Ende, Dominikus Minggu Mere, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT dan Asprov PSSI atas kepercayaan yang diberikan kepada Ende sebagai tuan rumah.
“Selamat datang di Bumi Tri Warna Kelimutu, Kota Pancasila. Ini suatu kehormatan bagi kami dipercaya menjadi tuan rumah ETMC 2025. Kami akan memberikan yang terbaik bagi seluruh kontingen dan tamu undangan. Turnamen ETMC ini milik kita semua, masyarakat NTT,” ujarnya.
Pelaksanaan ETMC XXXIV diharapkan menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, memperkuat persaudaraan lintas daerah, serta menggerakkan perekonomian masyarakat melalui sektor olahraga dan UMKM.*
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













