<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pekerja Migran &#8211; Timor Savana.Com</title>
	<atom:link href="https://www.timorsavana.com/topic/pekerja-migran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.timorsavana.com</link>
	<description>Menjembatani Hak Publik Untuk Tahu</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 Jan 2025 05:52:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.timorsavana.com/wp-content/uploads/2023/09/cropped-512-thumb-100x75.png</url>
	<title>Pekerja Migran &#8211; Timor Savana.Com</title>
	<link>https://www.timorsavana.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pekerja Migran Asal Malaka Dipulangkan dari Malaysia dengan Penyakit Liver</title>
		<link>https://www.timorsavana.com/daerah/pekerja-migran-asal-malaka-dipulangkan-dari-malaysia-dengan-penyakit-liver/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TimorSavana.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Dec 2024 10:56:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[BP3MI NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Malaka]]></category>
		<category><![CDATA[Pekerja migran Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Suratmi Hamida]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.timorsavana.com/?p=4239</guid>

					<description><![CDATA[TIMOR SAVANA.COM, Kupang – Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) bernama Insensius Tey Seran (36) dipulangkan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="http://timorsavana.com" target="_blank" rel="noopener">TIMOR SAVANA.COM</a>, Kupang – Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) bernama Insensius Tey Seran (36) dipulangkan ke keluarganya di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, setelah menjalani perawatan di Kuala Lumpur, Malaysia. Informasi ini disampaikan oleh Kepala BP3MI NTT, Suratmi Hamida, melalui pesan WhatsApp pada Selasa (31/12). <br /><br />Menurut Suratmi, pihaknya menerima informasi dari KBRI pada 30 Desember 2024 untuk memfasilitasi kepulangan Insensius yang mengidap penyakit liver. &#8220;Kami dapat informasi dari KBRI bahwa ada PMI yang dipulangkan ke NTT. Saat ini di Bali dan akan lanjut ke Kupang besok,&#8221; ujar Suratmi. <br /><div style="clear:both; margin-top:0em; margin-bottom:1em;"><a href="https://www.timorsavana.com/daerah/hendak-masuk-ke-malaysia-tanpa-dokumen-resmi-tiga-calon-pmi-dipulangkan-ke-ntt/" target="_blank" rel="dofollow" class="u5f61e1cfc31abfb398b3073ffea51fb3"><style> .u5f61e1cfc31abfb398b3073ffea51fb3 { padding:0px; margin: 0; padding-top:1em!important; padding-bottom:1em!important; width:100%; display: block; font-weight:bold; background-color:#eaeaea; border:0!important; border-left:4px solid #2C3E50!important; box-shadow: 0 1px 2px rgba(0, 0, 0, 0.17); -moz-box-shadow: 0 1px 2px rgba(0, 0, 0, 0.17); -o-box-shadow: 0 1px 2px rgba(0, 0, 0, 0.17); -webkit-box-shadow: 0 1px 2px rgba(0, 0, 0, 0.17); text-decoration:none; } .u5f61e1cfc31abfb398b3073ffea51fb3:active, .u5f61e1cfc31abfb398b3073ffea51fb3:hover { opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; text-decoration:none; } .u5f61e1cfc31abfb398b3073ffea51fb3 { transition: background-color 250ms; webkit-transition: background-color 250ms; opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; } .u5f61e1cfc31abfb398b3073ffea51fb3 .ctaText { font-weight:bold; color:#16A085; text-decoration:none; font-size: 16px; } .u5f61e1cfc31abfb398b3073ffea51fb3 .postTitle { color:#3498DB; text-decoration: underline!important; font-size: 16px; } .u5f61e1cfc31abfb398b3073ffea51fb3:hover .postTitle { text-decoration: underline!important; } </style><div style="padding-left:1em; padding-right:1em;"><span class="ctaText">Baca Juga :</span>&nbsp; <span class="postTitle">Hendak Masuk ke Malaysia Tanpa Dokumen Resmi, Tiga Calon PMI Dipulangkan ke NTT</span></div></a></div><br />Kepulangan Insensius dari Kuala Lumpur ke Bali difasilitasi oleh KBRI dengan biaya penuh hingga Bandara Ngurah Rai. Sementara itu, biaya perjalanan dari Bandara El Tari Kupang ke kampung halamannya di Malaka ditanggung oleh BP3MI NTT. <br />]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hendak Masuk ke Malaysia Tanpa Dokumen Resmi, Tiga Calon PMI Dipulangkan ke NTT</title>
		<link>https://www.timorsavana.com/daerah/hendak-masuk-ke-malaysia-tanpa-dokumen-resmi-tiga-calon-pmi-dipulangkan-ke-ntt/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TimorSavana.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Dec 2024 08:16:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[BP3MI NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Pekerja migran Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.timorsavana.com/?p=4223</guid>

					<description><![CDATA[TIMOR SAVANA.COM , Kupang, 31 Desember 2024 – Suasana penuh ketegangan melingkupi perjalanan tiga orang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="http://timorsavana.com" target="_blank" rel="noopener">TIMOR SAVANA.COM</a> , Kupang, 31 Desember 2024 – Suasana penuh ketegangan melingkupi perjalanan tiga orang calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berhasil dicegah masuk secara ilegal ke Malaysia. Ketiganya, dua orang dari Kabupaten Sikka dan satu dari Kabupaten Lembata, ditahan oleh Angkatan Laut di Nunukan, Kalimantan Utara, pada 23 Desember 2024, karena tidak memiliki dokumen resmi. <br /><br />Menurut Yonas Bahan, Penyuluh Hukum Ahli Muda BP3MI NTT, ketiga PMI itu awalnya diamankan dalam operasi rutin oleh Angkatan Laut Nunukan. &#8220;Ketika ada operasi, mereka tidak bisa menunjukkan dokumen ketenagakerjaan yang sah. Akibatnya, mereka langsung ditahan dan diserahkan ke BP3MI Nunukan untuk dipulangkan ke daerah asal,&#8221; ujarnya. <br /><div style="clear:both; margin-top:0em; margin-bottom:1em;"><a href="https://www.timorsavana.com/daerah/bp3mi-sebut-1360-pekerja-migran-asal-ntt-didominasi-perempuan/" target="_blank" rel="dofollow" class="ube2309f80e89e4156f49fd8dc1faf5a0"><style> .ube2309f80e89e4156f49fd8dc1faf5a0 { padding:0px; margin: 0; padding-top:1em!important; padding-bottom:1em!important; width:100%; display: block; font-weight:bold; background-color:#eaeaea; border:0!important; border-left:4px solid #2C3E50!important; box-shadow: 0 1px 2px rgba(0, 0, 0, 0.17); -moz-box-shadow: 0 1px 2px rgba(0, 0, 0, 0.17); -o-box-shadow: 0 1px 2px rgba(0, 0, 0, 0.17); -webkit-box-shadow: 0 1px 2px rgba(0, 0, 0, 0.17); text-decoration:none; } .ube2309f80e89e4156f49fd8dc1faf5a0:active, .ube2309f80e89e4156f49fd8dc1faf5a0:hover { opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; text-decoration:none; } .ube2309f80e89e4156f49fd8dc1faf5a0 { transition: background-color 250ms; webkit-transition: background-color 250ms; opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; } .ube2309f80e89e4156f49fd8dc1faf5a0 .ctaText { font-weight:bold; color:#16A085; text-decoration:none; font-size: 16px; } .ube2309f80e89e4156f49fd8dc1faf5a0 .postTitle { color:#3498DB; text-decoration: underline!important; font-size: 16px; } .ube2309f80e89e4156f49fd8dc1faf5a0:hover .postTitle { text-decoration: underline!important; } </style><div style="padding-left:1em; padding-right:1em;"><span class="ctaText">Baca Juga :</span>&nbsp; <span class="postTitle">BP3MI Sebut 1360 Pekerja Migran Asal NTT Didominasi Perempuan</span></div></a></div><br />Proses pemulangan mereka dipenuhi berbagai kendala. Dari Nunukan, mereka difasilitasi hingga Parepare, Sulawesi Selatan. Namun, di Parepare, mereka sempat terkatung-katung karena ketiadaan biaya untuk melanjutkan perjalanan ke Kupang. “Kami konfirmasi ke Dinas Nakertrans NTT untuk memastikan anggaran pemulangan. Setelah disetujui, mereka akhirnya diberangkatkan via pesawat padahal sebelumnya mereka harus menggunakan kapal laut,” jelas Yonas. <br />]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>124 Pekerja Migran Indonesia Meninggal di Luar Negeri, Malaka Terbanyak</title>
		<link>https://www.timorsavana.com/daerah/124-pekerja-migran-indonesia-meninggal-di-luar-negeri-malaka-terbanyak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TimorSavana.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Dec 2024 12:26:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[BP3MI]]></category>
		<category><![CDATA[Pekerja Migran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.timorsavana.com/?p=4073</guid>

					<description><![CDATA[TIMOR SAVANA.COM, Kupang – Sebanyak 124 pekerja migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Timur (NTT)...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="http://timorsavana.com" target="_blank" rel="noopener">TIMOR SAVANA.COM</a>, Kupang – Sebanyak 124 pekerja migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggal di luar negeri pada tahun 2024. Dari jumlah tersebut, hanya lima orang yang bekerja secara legal, sementara sisanya berstatus ilegal atau non-prosedural. Berdasarkan data yang dihimpun, Kabupaten Malaka menjadi daerah dengan jumlah jenazah terbanyak, yakni 26 orang, terdiri dari 20 laki-laki dan 6 perempuan, semuanya dengan status penempatan non-prosedural.</p>
<div style="clear:both; margin-top:0em; margin-bottom:1em;"><a href="https://www.timorsavana.com/daerah/bp3mi-sebut-1360-pekerja-migran-asal-ntt-didominasi-perempuan/" target="_blank" rel="dofollow" class="ube2309f80e89e4156f49fd8dc1faf5a0"><style> .ube2309f80e89e4156f49fd8dc1faf5a0 { padding:0px; margin: 0; padding-top:1em!important; padding-bottom:1em!important; width:100%; display: block; font-weight:bold; background-color:#eaeaea; border:0!important; border-left:4px solid #2C3E50!important; box-shadow: 0 1px 2px rgba(0, 0, 0, 0.17); -moz-box-shadow: 0 1px 2px rgba(0, 0, 0, 0.17); -o-box-shadow: 0 1px 2px rgba(0, 0, 0, 0.17); -webkit-box-shadow: 0 1px 2px rgba(0, 0, 0, 0.17); text-decoration:none; } .ube2309f80e89e4156f49fd8dc1faf5a0:active, .ube2309f80e89e4156f49fd8dc1faf5a0:hover { opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; text-decoration:none; } .ube2309f80e89e4156f49fd8dc1faf5a0 { transition: background-color 250ms; webkit-transition: background-color 250ms; opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; } .ube2309f80e89e4156f49fd8dc1faf5a0 .ctaText { font-weight:bold; color:#16A085; text-decoration:none; font-size: 16px; } .ube2309f80e89e4156f49fd8dc1faf5a0 .postTitle { color:#3498DB; text-decoration: underline!important; font-size: 16px; } .ube2309f80e89e4156f49fd8dc1faf5a0:hover .postTitle { text-decoration: underline!important; } </style><div style="padding-left:1em; padding-right:1em;"><span class="ctaText">Baca Juga :</span>&nbsp; <span class="postTitle">BP3MI Sebut 1360 Pekerja Migran Asal NTT Didominasi Perempuan</span></div></a></div>
<p>Penyebab utama kematian PMI asal NTT di luar negeri, menurut Kepala BP3MI Provinsi NTT, Suratmi Hamida, adalah masalah kesehatan yang muncul akibat ketidakpedulian terhadap pola hidup sehat. Suratmi menjelaskan bahwa banyak pekerja migran yang mengabaikan konsumsi air putih dan lebih memilih mengonsumsi suplemen penambah stamina, seperti Hemaviton. Akibatnya, banyak pekerja mengalami gangguan kesehatan serius, seperti gagal ginjal dan masalah paru-paru. <br /><br />“Kami mendata hanya lima orang yang bekerja secara legal. Sisanya ilegal. Pekerja kita lebih banyak meninggal karena gagal ginjal dan paru-paru. Ini karena banyak di antara mereka yang, ketika bekerja dan merasa haus, bukannya mencari air putih, malah memilih minuman penambah stamina. Bahkan setelah pulang kerja, mereka lebih memilih begadang dengan kopi dan rokok,” kata Suratmi. <br /><br />Selain Kabupaten Malaka, beberapa daerah lain di NTT juga mencatatkan jumlah PMI yang meninggal, seperti Kabupaten Ende dan Belu yang masing-masing melaporkan 14 jenazah, serta Kabupaten Flores Timur dengan 13 jenazah. Semua pekerja migran ini berstatus non-prosedural, yang menunjukkan adanya masalah serius terkait pengiriman tenaga kerja yang tidak sesuai dengan ketentuan hukum. <br />]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BP3MI Sebut 1360 Pekerja Migran Asal NTT Didominasi Perempuan</title>
		<link>https://www.timorsavana.com/daerah/bp3mi-sebut-1360-pekerja-migran-asal-ntt-didominasi-perempuan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TimorSavana.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Dec 2024 09:35:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[BP3MI]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Pekerja migran Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.timorsavana.com/?p=4064</guid>

					<description><![CDATA[TIMOR SAVANA.COM, Kupang – Sebanyak 1.360 pekerja migran asal Nusa Tenggara Timur (NTT) tercatat berangkat...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="http://timorsavana.com" target="_blank" rel="noopener">TIMOR SAVANA.COM</a>, Kupang – Sebanyak 1.360 pekerja migran asal Nusa Tenggara Timur (NTT) tercatat berangkat ke luar negeri sepanjang Januari hingga Desember 2024, dengan negara tujuan utama Malaysia. Sebagian besar dari mereka bekerja sebagai pekerja rumah tangga, menurut data dari Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTT.</p>
<p>Kepala BP3MI NTT, Suratmi Hamida, menyebutkan bahwa tren pekerja migran dari NTT dalam dua tahun terakhir didominasi oleh perempuan. “Pada tahun 2023, dari 1.305 pekerja migran, 99% adalah perempuan. Tren ini terus berlanjut pada tahun 2024, di mana 98% di antaranya adalah ibu-ibu muda yang memiliki anak balita,” ujarnya. <br /><br />Suratmi menjelaskan bahwa kondisi ini berkaitan dengan angka stunting yang tinggi di NTT. “Sebagian besar pekerja kita adalah ibu muda yang meninggalkan anak-anak mereka untuk diasuh oleh kakek dan nenek demi memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga,” tambahnya. <br />]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
