<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kesehatan &#8211; Timor Savana.Com</title>
	<atom:link href="https://www.timorsavana.com/topic/kesehatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.timorsavana.com</link>
	<description>Menjembatani Hak Publik Untuk Tahu</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Oct 2025 09:29:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.timorsavana.com/wp-content/uploads/2023/09/cropped-512-thumb-100x75.png</url>
	<title>Kesehatan &#8211; Timor Savana.Com</title>
	<link>https://www.timorsavana.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gegara MBG, Puluhan Siswa 4 SD dan 1 TK di Soe Keracunan Massal</title>
		<link>https://www.timorsavana.com/kesehatan/gegara-mbg-puluhan-siswa-4-sd-dan-1-tk-di-soe-keracunan-massal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TimorSavana.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Oct 2025 09:25:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan MBG]]></category>
		<category><![CDATA[SD GMIT SoE II]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.timorsavana.com/?p=6616</guid>

					<description><![CDATA[Puluhan siswa dari 4 SD dan 1 TK di Soe keracunan makanan MBG. Soe, Timor Savana –...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Puluhan siswa dari 4 SD dan 1 TK di Soe keracunan makanan MBG.</p></blockquote>
<p>Soe, <a href="http://www.timorsavana.com">Timor Savana</a> – Puluhan siswa dari empat sekolah dasar (SD) dan satu taman kanak-kanak (TK) di Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, terpaksa dilarikan ke RSUD Soe pada Jumat (3/10) setelah diduga mengalami keracunan makanan bergizi gratis (MBG).</p>
<p>Empat sekolah dasar (SD) dimaksud adalah SD GMIT Soe II, SD Inpres Soe, SD Advent Soe, SD Inpres Oenasi dan TK AOra Et Labora Soe.</p>
<p>Para siswa mulai menunjukkan gejala keracunan tak lama setelah mengonsumsi makanan MBG di sekolah. Gejalanya antara lain mual hebat, lemas, dan muntah berulang kali. Beberapa siswa bahkan dilaporkan muntah hingga lima kali sebelum mendapat pertolongan medis.</p>
<p>Mereka segera mendapat penanganan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Soe. Saking banyaknya korban yang berdatangan hampir bersamaan, sebagian siswa terpaksa dirawat di luar ruangan IGD.</p>
<p>Kepanikan sempat melanda keluarga korban. Halaman rumah sakit dipenuhi orang tua yang menangis dan cemas menunggu perkembangan kondisi anak mereka.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Puluhan Siswa di Soe Keracunan MBG, Orang Tua Minta Evaluasi Pengelola Dapur</title>
		<link>https://www.timorsavana.com/kesehatan/puluhan-siswa-di-soe-keracunan-mbg-orang-tua-minta-evaluasi-pengelola-dapur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TimorSavana.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Oct 2025 08:59:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan MBG]]></category>
		<category><![CDATA[TTS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.timorsavana.com/?p=6610</guid>

					<description><![CDATA[Soe, Timor Savana– Puluhan siswa di Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, dilaporkan mengalami keracunan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Soe, <a href="http://www.timorsavana.com">Timor Savana</a>– Puluhan siswa di Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, dilaporkan mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG), Jumat (3/10).</p>
<p style="text-align: left;">Peristiwa ini terkonfirmasi setelah Timor-Savana.com turun langsung ke RSUD Soe, tempat di mana para siswa tersebut mendapatkan penanganan medis secara darurat.</p>
<p>Puluhan siswa dilarikan ke RSUD Soe setelah menunjukkan gejala keracunan. Sebagian besar ditangani di Instalasi Gawat Darurat (IGD).</p>
<p>Informasi yang diperoleh di lapangan, kondisi sejumlah siswa cukup mengkhawatirkan. Beberapa di antaranya muntah hingga lima kali sebelum mendapat penanganan medis.</p>
<p>Tenaga medis RSUD Soe berjibaku memberikan perawatan cepat. Petugas terpaksa menurunkan tanda darurat untuk menambah kapasitas penanganan karena pasien terus berdatangan.</p>
<p>Kepanikan sempat melanda lingkungan rumah sakit. Jumlah korban yang masuk hampir bersamaan membuat IGD penuh sesak, hingga sebagian penanganan dilakukan di luar ruangan.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak rumah sakit maupun Dinas Kesehatan terkait jumlah pasti korban maupun penyebab utama keracunan massal ini.</p>
<p>Namun, dugaan kuat mengarah pada menu MBG yang dikonsumsi para siswa sebelum mereka mengalami gejala keracunan.</p>
<p>Tim medis masih terus melakukan observasi terhadap kondisi pasien. Beberapa siswa yang sudah stabil sementara dipindahkan ke ruang perawatan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>RSUD Soe Optimis Atasi Krisis Dokter Spesialis dalam Tiga Tahun ke Depan</title>
		<link>https://www.timorsavana.com/kesehatan/rsud-soe-optimis-atasi-krisis-dokter-spesialis-dalam-tiga-tahun-ke-depan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TimorSavana.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2025 01:04:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter Anestesi]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter Spesialis]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Soe]]></category>
		<category><![CDATA[Tenaga Medis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.timorsavana.com/?p=6103</guid>

					<description><![CDATA[RSUD Soe kekurangan dokter spesialis. Direktur RSUD Soe optimis dalam tiga tahun ke depan kebutuhan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>RSUD Soe kekurangan dokter spesialis. Direktur RSUD Soe optimis dalam tiga tahun ke depan kebutuhan dokter akan terpenuhi berkat lulusan putra daerah.</p></blockquote>
<p><a href="https://www.timorsavana.com">Timor Savana</a>Soe – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, kini tengah berjuang mengatasi keterbatasan tenaga dokter spesialis. Direktur RSUD Soe, dr. Erwin Leo, mengungkapkan bahwa kebutuhan dokter spesialis masih menjadi tantangan serius. Namun, ia optimis kondisi ini akan jauh lebih baik dalam tiga tahun mendatang.</p>
<p>Salah satu kabar baik datang dari bidang anestesi. Setelah sekian lama kekurangan tenaga, kini harapan baru muncul dengan wisudanya seorang dokter anestesi yang merupakan putra asli daerah. &#8220;Puji Tuhan, dokter anestesi yang putra asli daerah baru saja wisuda kemarin. Diperkirakan mulai bekerja di awal Juli atau Agustus. Dengan begitu, kita akan memiliki dua dokter anestesi,&#8221; jelas dr. Erwin.</p>
<p>Meski begitu, kekurangan dokter spesialis penyakit dalam dan mata masih menjadi PR besar. Saat ini RSUD Soe hanya memiliki satu dokter penyakit dalam yang masih dalam masa pendidikan tahun kedua. &#8220;Dulu memang pernah ada, tapi saat ini kita baru punya satu dokter, dan dia pun masih sekolah,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Dr. Erwin juga mengakui bahwa pelayanan saat ini belum maksimal jika dibandingkan dengan rumah sakit rujukan lain di NTT. Namun, kondisi saat ini jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Berkat dukungan dari Pemerintah Daerah dan Dinas Kesehatan, jumlah tenaga medis mulai bertambah secara perlahan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>RSUD SoE Disorot Usai Bayi Meninggal, Komisi IV DPRD TTS: Evaluasi Total!</title>
		<link>https://www.timorsavana.com/kesehatan/rsud-soe-disorot-usai-bayi-meninggal-komisi-iv-dprd-tts-evaluasi-total/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TimorSavana.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2025 05:03:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Evaluasi RSUD SoE]]></category>
		<category><![CDATA[Investigasi RSUD]]></category>
		<category><![CDATA[Kelalaian Medis]]></category>
		<category><![CDATA[Kematian Bayi TTS]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi IV DPRD TTS]]></category>
		<category><![CDATA[Krisis Layanan Medis]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Kesehatan TTS]]></category>
		<category><![CDATA[Relygius Usfunan]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Soe]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.timorsavana.com/?p=6038</guid>

					<description><![CDATA[Kasus kematian bayi di RSUD Soe ungkap carut-marut layanan rumah sakit. DPRD TTS desak evaluasi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Kasus kematian bayi di RSUD Soe ungkap carut-marut layanan rumah sakit. DPRD TTS desak evaluasi total. Ada 8 masalah kronis yang terungkap.</p></blockquote>
<p><a href="https://www.timorsavana.com">Timor Savana</a>, Soe — Kematian tragis seorang bayi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), memantik gelombang kemarahan publik. Di balik tangisan duka keluarga, terbuka pula borok sistemik layanan kesehatan yang selama ini luput dari perhatian.</p>
<p>Ketua Komisi IV DPRD TTS, Relygius L. Usfunan, SH, menyebut insiden ini sebagai puncak dari berbagai persoalan kronis yang selama ini menghantui RSUD milik pemerintah itu. “Kami minta klarifikasi langsung dari direktur. Ini bukan kelalaian biasa. Ini soal nyawa,” ujar Relygius, Kamis, 19 Juni 2025.</p>

<p>Menurut politisi yang juga mantan Wakil Ketua DPRD TTS periode 2019–2024 itu, pihaknya telah menginventarisasi delapan persoalan utama di RSUD Soe yang menjadi sumber keluhan publik: dari prosedur birokratis yang berbelit, minimnya tenaga medis, obat yang langka, fasilitas rusak, hingga sikap tenaga kesehatan yang disebut arogan dan tidak empatik.</p>
<p>“Dari kasus kematian bayi itu, paling tidak kita bisa lihat bagaimana buruknya fasilitas, lambannya pelayanan, dan komunikasi yang jauh dari standar kemanusiaan,” kata Relygius.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kasus DBD di Kota Kupang Menurun, Perluasan Teknologi Wolbachia Jadi Kunci Pencegahan</title>
		<link>https://www.timorsavana.com/daerah/kasus-dbd-di-kota-kupang-menurun-perluasan-teknologi-wolbachia-jadi-kunci-pencegahan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TimorSavana.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Dec 2024 12:16:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Kupang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.timorsavana.com/?p=4058</guid>

					<description><![CDATA[Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Kupang menunjukkan penurunan signifikan setelah penerapan teknologi Wolbachia...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Kupang menunjukkan penurunan signifikan setelah penerapan teknologi Wolbachia yang mulai diterapkan beberapa waktu lalu. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Kupang, Ngurah Surnawa, menyampaikan hal tersebut saat menghadiri acara penutupan Sidang I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang Tahun 2024. <br /><div style="clear:both; margin-top:0em; margin-bottom:1em;"><a href="https://www.timorsavana.com/daerah/bpom-kupang-ungkap-14-374-produk-pangan-kedaluwarsa-beredar-di-pasaran/" target="_blank" rel="dofollow" class="u464401e95303cb817f05094a19dda750"><style> .u464401e95303cb817f05094a19dda750 { padding:0px; margin: 0; padding-top:1em!important; padding-bottom:1em!important; width:100%; display: block; font-weight:bold; background-color:#eaeaea; border:0!important; border-left:4px solid #2C3E50!important; box-shadow: 0 1px 2px rgba(0, 0, 0, 0.17); -moz-box-shadow: 0 1px 2px rgba(0, 0, 0, 0.17); -o-box-shadow: 0 1px 2px rgba(0, 0, 0, 0.17); -webkit-box-shadow: 0 1px 2px rgba(0, 0, 0, 0.17); text-decoration:none; } .u464401e95303cb817f05094a19dda750:active, .u464401e95303cb817f05094a19dda750:hover { opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; text-decoration:none; } .u464401e95303cb817f05094a19dda750 { transition: background-color 250ms; webkit-transition: background-color 250ms; opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; } .u464401e95303cb817f05094a19dda750 .ctaText { font-weight:bold; color:#16A085; text-decoration:none; font-size: 16px; } .u464401e95303cb817f05094a19dda750 .postTitle { color:#3498DB; text-decoration: underline!important; font-size: 16px; } .u464401e95303cb817f05094a19dda750:hover .postTitle { text-decoration: underline!important; } </style><div style="padding-left:1em; padding-right:1em;"><span class="ctaText">Baca Juga :</span>&nbsp; <span class="postTitle">BPOM Kupang Ungkap 14.374 Produk Pangan Kedaluwarsa Beredar di Pasaran</span></div></a></div><br />Ngurah menjelaskan, meskipun masih terdapat laporan kasus DBD, jumlahnya jauh berkurang dibandingkan sebelumnya. Penurunan ini menunjukkan efektivitas teknologi Wolbachia dalam mengendalikan penyebaran nyamuk Aedes aegypti, yang menjadi vektor utama penyebab penyakit DBD. <br /><br />“Tahun ini kami memperluas wilayah penerapan teknologi Wolbachia ke Kecamatan Kelapa Lima dan Kecamatan Maulafa. Langkah ini diharapkan dapat semakin mempersempit cakupan wilayah yang terdampak kasus DBD,” ujar Ngurah. Ia menambahkan, pencegahan berbasis lingkungan, seperti menjaga kebersihan, tetap menjadi langkah utama dalam upaya mengendalikan penyakit ini. <br /><br />Ia juga menegaskan bahwa teknologi Wolbachia hanya merupakan salah satu alat bantu dalam pengendalian nyamuk pembawa virus DBD. Namun, tanpa dukungan penuh dari masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, upaya ini tidak akan optimal. “Kunci utama adalah bagaimana lingkungan tetap bersih sehingga nyamuk tidak dapat berkembang biak,” tegasnya. <br /><br />Meski hasilnya mulai terlihat, Ngurah mengingatkan bahwa program ini belum dapat diterapkan di seluruh wilayah Kota Kupang. Oleh karena itu, perluasan cakupan penerapan teknologi Wolbachia terus diupayakan untuk memastikan pengendalian kasus DBD lebih merata. <br /><br />Dinas Kesehatan Kota Kupang kembali mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah, termasuk menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas (program 3M Plus). Langkah ini menjadi fondasi penting bagi upaya bersama menuju Kota Kupang yang bebas dari ancaman DBD.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kota Kupang Targetkan Penurunan Drastis Angka Stunting</title>
		<link>https://www.timorsavana.com/daerah/kota-kupang-targetkan-penurunan-drastis-angka-stunting/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TimorSavana.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Nov 2024 06:59:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.timorsavana.com/?p=3549</guid>

					<description><![CDATA[Pj. Wali Kota Kupang, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd., secara resmi membuka acara Diseminasi Evaluasi Hasil...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pj. Wali Kota Kupang, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd., secara resmi membuka acara Diseminasi Evaluasi Hasil Audit Kasus Stunting di Kota Kupang yang berlangsung di Hotel Kristal Kupang pada Selasa, 19 November 2024. Acara ini dihadiri berbagai pihak terkait, termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB), tim pakar dari RSUD S.K. Lerik, camat, lurah, penyuluh KB, serta kepala puskesmas se-Kota Kupang.</p>
<p>Dalam sambutannya, Linus mengapresiasi upaya semua pihak, khususnya Dinas P2KB dan Dinas Kesehatan, dalam menekan angka stunting yang saat ini mencapai 4.086 kasus. Ia menargetkan penurunan angka tersebut menjadi 2.000 kasus pada Februari 2025. Linus menekankan pentingnya penggunaan metodologi berbasis bukti ilmiah yang mencakup aspek kesehatan, gizi, sosial ekonomi, dan pola asuh agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran.</p>
<p>Selama acara, Linus berdialog dengan camat dan lurah untuk memetakan kondisi stunting di wilayah masing-masing. Beberapa kelurahan dengan angka stunting terendah, seperti Airmata, Tode Kisar, Merdeka, dan Mantasi, mendapat apresiasi karena berhasil mencatat jumlah kasus yang minim. Sebagai penghargaan, Linus berkomitmen meningkatkan dana operasional kelurahan pada 2025 dan mempertimbangkan promosi jabatan bagi lurah berprestasi.</p>
<p>Sebaliknya, wilayah dengan angka stunting tinggi seperti Kelurahan Lasiana, Oebufu, Oepura, dan Kelapa Lima mendapat perhatian khusus. Linus meminta audit mendalam di wilayah tersebut untuk memastikan data yang akurat dan intervensi yang efektif.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penjabat Wali Kota Kupang Buka Kegiatan Pembinaan Percepatan Penurunan Stunting</title>
		<link>https://www.timorsavana.com/daerah/penjabat-wali-kota-kupang-buka-kegiatan-pembinaan-percepatan-penurunan-stunting/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TimorSavana.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Oct 2024 06:47:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[data]]></category>
		<category><![CDATA[kependudukan]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.timorsavana.com/?p=3385</guid>

					<description><![CDATA[Penjabat Wali Kota Kupang Buka Kegiatan Pembinaan Percepatan Penurunan StuntingKupang, 24 Oktober 2024 – Penjabat...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penjabat Wali Kota Kupang Buka Kegiatan Pembinaan Percepatan Penurunan Stunting<br />Kupang, 24 Oktober 2024 – Penjabat Wali Kota Kupang, Linus Lusi, secara resmi membuka kegiatan Aksi 5 yang berfokus pada Pembinaan Pelaku dan Pemerintahan Desa/Kelurahan, serta Aksi 6 tentang Manajemen Data Tingkat Kota Kupang dalam Percepatan Penurunan Stunting, yang digelar di Hotel Aston pada Kamis (24/10). Kegiatan ini juga ditandai dengan Launching Sepe Punggawa, sebuah inisiatif strategis dalam mendukung program penurunan angka stunting di Kota Kupang.<br /><br />Dalam sambutannya, Linus Lusi menegaskan bahwa keberhasilan target penurunan angka stunting sangat dipengaruhi oleh tata kelola sistem informasi yang baik. Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa, kelurahan, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam pencapaian tujuan ini. &#8220;Meski banyak variabel yang mempengaruhi, tata kelola sistem informasi yang solid sangat penting dalam mempercepat penurunan stunting,&#8221; jelas Linus.<br /><br />Ia juga menyoroti pentingnya reformasi sistem birokrasi di Kota Kupang, khususnya di bidang kependudukan dan kesehatan. Linus Lusi menyatakan bahwa reformasi birokrasi menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya pemerintah untuk memperbaiki pelayanan publik, terutama dalam penanganan masalah kesehatan masyarakat seperti stunting. &#8220;Ini adalah bagian dari reformasi birokrasi yang kita dorong, agar aspek kependudukan dan kesehatan dapat lebih terstruktur dan efisien,&#8221; tambahnya.<br /><br />Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari pemerintahan desa dan kelurahan di seluruh Kota Kupang, termasuk perwakilan dari dinas kesehatan, BKKBN, dan organisasi masyarakat yang aktif dalam penanganan stunting. Sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah sangat ditekankan, terutama dalam hal manajemen data untuk mendukung perencanaan kebijakan yang lebih tepat sasaran.<br /><br />Dalam penjelasannya, Linus Lusi juga menyampaikan bahwa pengelolaan data yang baik menjadi fondasi utama dalam memantau perkembangan penurunan stunting di setiap wilayah. Dengan data yang akurat dan terintegrasi, pemerintah dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menanggulangi permasalahan gizi buruk yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah, termasuk Kota Kupang.<br /><br />Linus Lusi optimistis bahwa dengan kolaborasi yang erat antara pemerintah dan masyarakat, target penurunan angka stunting di Kota Kupang dapat tercapai lebih cepat. “Sinergi yang kuat antara pelaku di desa dan kelurahan dengan pemerintah sangat diperlukan, agar percepatan penurunan stunting ini benar-benar dapat terwujud,” tegasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
