<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sosial Budaya &#8211; Timor Savana.Com</title>
	<atom:link href="https://www.timorsavana.com/sosial-budaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.timorsavana.com</link>
	<description>Menjembatani Hak Publik Untuk Tahu</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Mar 2026 14:15:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://www.timorsavana.com/wp-content/uploads/2023/09/cropped-512-thumb-100x75.png</url>
	<title>Sosial Budaya &#8211; Timor Savana.Com</title>
	<link>https://www.timorsavana.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kapolda NTT memberikan Apresiasi kepada Direktur PT. Bumi Indah yang telah membantu pembangunan Pos Pol Umbu Ratu Nggay Barat</title>
		<link>https://www.timorsavana.com/sosial-budaya/kapolda-ntt-memberikan-apresiasi-kepada-direktur-pt-bumi-indah-yang-telah-membantu-pembangunan-pos-pol-umbu-ratu-nggay-barat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TimorSavana.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2026 14:14:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolda NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Melkianus Lubalu]]></category>
		<category><![CDATA[Pos Pol Umbu Ratu Nggay Barat]]></category>
		<category><![CDATA[PT Bumi Indah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.timorsavana.com/?p=7681</guid>

					<description><![CDATA[Kupang &#8211; Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat serta memperkuat keamanan di wilayah pedesaan,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kupang</strong> &#8211; Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat serta memperkuat keamanan di wilayah pedesaan, Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si selaku Kapolda NTT melakukan kunjungan kerja di wilayah hukum Polres Sumba Barat pada Selasa (10/3/2026).</p>
<p>Kunjungan kerja tersebut dimulai sekitar pukul 09.30 Wita dengan agenda utama peresmian Pos Polisi (Pospol) Umbu Ratu Nggay Barat yang berlokasi di Malinjak, Desa Maderi, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah.</p>
<p>Dilansir dari Tribratanewspoldantt.con , Kapolda NTT tiba bersama rombongan pejabat utama Polda NTT dan disambut secara adat melalui penyelempengan kain oleh Bupati Sumba Tengah, Ketua DPRD, Kapolres Sumba Barat, serta jajaran pimpinan OPD Kabupaten Sumba Tengah. Turut hadir dalam rombongan Kapolda antara lain Ketua Bhayangkari Daerah NTT Ny. Vily Rudi Darmoko bersama pengurus Bhayangkari, para pejabat utama Polda NTT, serta sejumlah tamu undangan dari unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda.</p>
<p>Peresmian Pospol ditandai dengan pembukaan kain papan nama, penandatanganan prasasti, serta pemotongan pita oleh Kapolda NTT yang didampingi Kapolres Sumba Barat AKBP Yohanis Nisa Pewali, Bupati Sumba Tengah, serta unsur Forkopimda setempat. Selain itu, dilakukan pula penyerahan kunci secara simbolis dari pihak pemberi hibah lahan dan bangunan kepada Kapolda NTT, yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian penghargaan dan plakat sebagai bentuk apresiasi atas dukungan masyarakat terhadap pembangunan fasilitas kepolisian tersebut.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Bupati Paulus S. K. Limu menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran Kapolda NTT beserta rombongan yang telah berkenan datang langsung meresmikan Pos Polisi di wilayah Kabupaten Sumba Tengah.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peningkatan Penyusunan Data Terpilah GEDSI, Dorong Transisi Energi Berkeadilan di NTT</title>
		<link>https://www.timorsavana.com/sosial-budaya/peningkatan-penyusunan-data-terpilah-gedsi-dorong-transisi-energi-berkeadilan-di-ntt/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TimorSavana.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2026 03:27:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Baperida NTT]]></category>
		<category><![CDATA[CIS Timor]]></category>
		<category><![CDATA[GEDSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.timorsavana.com/?p=7587</guid>

					<description><![CDATA[Kupang,timorsavana.com — Upaya mendorong transisi energi yang inklusif dan berkeadilan di Provinsi Nusa Tenggara Timur...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kupang,timorsavana.com</strong> — Upaya mendorong transisi energi yang inklusif dan berkeadilan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diperkuat melalui kegiatan peningkatan pemahaman dan penyusunan format data terpilah GEDSI (Gender, Equality, Disability, and Social Inclusion) bagi lembaga pegiat energi terbarukan. Kegiatan ini berlangsung pada 26–27 Februari 2026 di Hotel Naka, Kupang.</p>
<p>Mengusung tema “Kepemimpinan dan Penguatan Perempuan dan Kelompok Rentan dalam Transisi Transformatif dan Energi Berkeadilan di Indonesia”, kegiatan ini difasilitasi oleh Yayasan CIS Timor dan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor.</p>
<p>Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari BAPPERIDA Provinsi NTT, Dinas ESDM Provinsi NTT, Dinas Sosial Provinsi NTT, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT, Bidang PEMSOSBUD Bapperida NTT, Garamin NTT, Persani NTT, Bengkel APPeK NTT, serta LBH APIK NTT.</p>
<p>Direktur Yayasan CIS Timor, Haris Oematan, menegaskan pentingnya memastikan kelompok rentan tidak hanya diundang dalam proses pembangunan, tetapi benar-benar memperoleh manfaat nyata.</p>
<p>“Ke depan, partisipasi perempuan dan penyandang disabilitas tidak boleh sekadar formalitas. Mereka harus memiliki ruang untuk mengontrol dan merasakan manfaat langsung dari pembangunan energi terbarukan,” ujarnya.</p>
<p>Ia mengungkapkan bahwa dalam berbagai proyek infrastruktur energi terbarukan, akses bagi perempuan dan penyandang disabilitas masih terbatas. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan ketimpangan dalam distribusi manfaat pembangunan.</p>
<p>Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi ketersediaan dan kesenjangan data terpilah sektor energi, mendorong kelompok rentan agar dapat mengakses kebijakan pemerintah maupun organisasi non-pemerintah, serta memastikan kebutuhan mereka terakomodasi dalam perencanaan pembangunan.</p>
<p>Salah satu fokus utama kegiatan adalah integrasi data terpilah GEDSI ke dalam sistem Satu Data NTT. Kepala Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada Dinas Kominfo NTT, Maria F.K.M. Gelo Lodo, ST, menegaskan bahwa data merupakan sumber utama dalam pengambilan keputusan.</p>
<p>“Perkembangan teknologi yang sangat cepat menuntut kita untuk memprioritaskan pengelolaan data. Kominfo berperan sebagai data steward sekaligus wali data sektoral untuk memastikan kualitas dan integrasi data,” jelasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wagub Johni Asadoma Kunjungi Kelabba Maja dan Taman Skyber</title>
		<link>https://www.timorsavana.com/sosial-budaya/wagub-johni-asadoma-kunjungi-kelabba-maja-dan-taman-skyber/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TimorSavana.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2026 15:21:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Johni Asadoma]]></category>
		<category><![CDATA[Kelabba Maja]]></category>
		<category><![CDATA[Sabu Raijua]]></category>
		<category><![CDATA[Skyber]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.timorsavana.com/?p=7563</guid>

					<description><![CDATA[SARAI,Timorsavana.com &#8211; Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma berkesempatan mengunjungi destinasi wisata Kelabba Maja dan Taman...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SARAI,Timorsavana.com</strong> &#8211; Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma berkesempatan mengunjungi destinasi wisata Kelabba Maja dan Taman Skyber di Kabupaten Sabu Raijua pada Rabu 18 Februari 2026. Dalam kunjungan tersebut, Wagub Johni turut didampingi Wakil Bupati Sabu Raijua Thobias Uly, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Zet Sony Libing, Sekretaris Daerah Kabupaten Sabu Raijua, Stef Bule Logo, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Sabu Raijua, Titus Bernadus Duri, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Sabu Raijua, Viktor Ladamuri, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sabu Raijua, Merry CH Moru, dan Camat Hawu Mehara, Munkar Nguru Diu.</p>
<p>Dalam kunjungan di Kelabba Maja, Wakil Gubernur juga disambut oleh Bapak Efraim Bagi (Pengelola Destinasi Wisata Kelabba Maja) dan berbincang-bincang terkait dengan Kelabba Maja yang menarik minat pengunjung yang bukan hanya dari masyarakat NTT dan provinsi lain, melainkan juga para turis mancanegara.</p>
<p>Untuk diketahui, destinasi Kelabba Maja yang merupakan destinasi ikonik dengan view indah berupa tebing batu berwarna. Lokasinya berada di Desa Wadumeddi, Kecamatan Hawu Mehara.</p>
<p>Kelabba Madja ini terkenal karena tebing pelangi yang terdiri lapisan batu berwarna-warni diantaranya merah, cokelat, putih, hingga ungu yang terbentuk secara alami selama ribuan tahun. Selain itu, terdapat pilar batu raksasa yang berdiri megah, menciptakan panorama dramatis yang memanjakan mata.</p>
<p>Kelabba Madja dikenal sebagai sebuah lanskap menakjubkan geologi bebatuan indah dan sering dijuluki sebagai “Grand Canyon”-nya Indonesia. Selain itu bagi masyarakat Sabu tempat ini memiliki nilai-nilai sakral yang dihormati serta menjadi warisan turun temurun.</p>
<p>Wakil Gubernur Johni Asadoma mengungkapkan Kelabba Maja sebagai destinasi dengan artistik memukau dan layak dikunjungi.</p>
<p>&#8220;Hari ini saya berada di Kelabba Maja, sebuah destinasi unik dengan susunan bebatuan berwarna yang sudah ada sejak zaman purba kala hingga sekarang yang memberikan nuansa artistik. Bagi masyarakat yang datang ke Pulau Sabu maka datanglah ke Kelabba Maja,&#8221; ungkap Wagub Johni.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Persidangan Majelis Klasis Kota Kupang Timur ke-VIII Resmi Dibuka di GMIT Imanuel Kolhua</title>
		<link>https://www.timorsavana.com/sosial-budaya/persidangan-majelis-klasis-kota-kupang-timur-ke-viii-resmi-dibuka-di-gmit-imanuel-kolhua/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TimorSavana.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Dec 2025 10:09:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Klasis kota Kupang Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Persidangan Majelis Klasis Kota Kupang Timur ke-VIII]]></category>
		<category><![CDATA[Serena Francis]]></category>
		<category><![CDATA[Sinode GMIT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.timorsavana.com/?p=7243</guid>

					<description><![CDATA[Kupang,Timorsavana.com &#124;&#124;Pembukaan Persidangan Majelis Klasis Kota Kupang Timur ke-VIII berlangsung pada Rabu, 10 Desember 2025...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kupang,Timorsavana.com ||</strong>Pembukaan Persidangan Majelis Klasis Kota Kupang Timur ke-VIII berlangsung pada Rabu, 10 Desember 2025 petang, di Gedung GMIT Imanuel Kolhua. Kegiatan ini mengusung tema “Lakukan Keadilan, Cinta Kesetiaan dan Hidup Rendah Hati di Hadapan Allah” serta subtema “Bersaksi tentang Allah yang Setia di Tengah Dunia yang Luka.”</p>
<p>Persidangan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Sekretaris Sinode GMIT, Asisten Administrasi Umum Provinsi NTT, Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis, Anggota DPRD Kota Kupang Dance Bistolen, Ketua dan Sekretaris Majelis Klasis Kota Kupang Timur, Plt. Camat Maulafa, Lurah Kolhua, Ketua BP4K Majelis Klasis Kota Kupang Timur, serta para Majelis Jemaat se-Klasis. Total peserta yang hadir berjumlah 35 Majelis Jemaat.</p>
<p>Rangkaian acara dimulai dengan prosesi penyambutan bagi Majelis Sinode Harian, Majelis Klasis, para undangan, dan peserta sidang, yang diiringi Natoni, musik, dan tarian adat. Setelah itu dilaksanakan ibadah pembukaan, pembacaan Akta Pembuka dan Suara Gembala, laporan panitia, serta sambutan dari Asisten Administrasi Umum Provinsi NTT dan Wakil Wali Kota Kupang.</p>
<p>Sidang kemudian berlanjut dengan pembahasan subtema melalui dua perspektif utama—ekologi dan sosiologi—yang bertujuan memperdalam pemahaman teologis sekaligus merespons tantangan sosial masyarakat masa kini.</p>
<p>Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya persidangan yang dinilainya bukan sekadar agenda tahunan, tetapi ruang untuk menyatukan hati dan merumuskan langkah pelayanan gereja yang lebih relevan.</p>
<p>Ia menyinggung capaian Kota Kupang yang selama satu dekade terakhir konsisten masuk dalam jajaran kota paling toleran di Indonesia dan menerima penghargaan Kota Cinta Damai dan Inklusif dari Kompas TV. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk gereja dan tokoh agama.</p>
<p>Serena juga menyoroti tantangan generasi muda di era digital.</p>
<p>“Anak-anak kita hidup di tengah derasnya informasi. Gereja dan pemerintah harus bergandeng tangan menjaga kesehatan mental, moral, dan karakter generasi yang akan memimpin kota ini ke depan,” ujarnya.</p>
<p>Ia berharap persidangan ini menghasilkan program-program yang bukan hanya administratif, tetapi juga berdampak nyata bagi jemaat dan masyarakat.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Sosial  untuk Gereja Kuasi St. Andreas Lasiana</title>
		<link>https://www.timorsavana.com/sosial-budaya/wali-kota-kupang-serahkan-bantuan-sosial-untuk-gereja-kuasi-st-andreas-lasiana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TimorSavana.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Nov 2025 14:30:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[dr.Christian Widodo]]></category>
		<category><![CDATA[St. Andreas]]></category>
		<category><![CDATA[Walikota Kupang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.timorsavana.com/?p=7080</guid>

					<description><![CDATA[Kupang,Timorsavana.com &#124;&#124; Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyerahkan bantuan sosial senilai Rp 100 juta...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Kupang,Timorsavana.com ||</strong></em> Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyerahkan bantuan sosial senilai Rp 100 juta untuk pembangunan Gereja Kuasi Paroki St. Andreas Lasiana, Minggu (23/11).Turut mendampingi Wali Kota, Ketua TP PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya, Kabag Kesra Setda Kota Kupang dan Kabag Prokopim Kota Kupang beserta jajaran.</p>
<p>Penyerahan Bantuan Sosial bertepatan dengan Misa Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam dan Hari Orang Muda Sedunia. Misa dipimpin oleh Pater Metodius Bria, CMF.</p>
<p>Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa bantuan kepada rumah ibadah dan masyarakat tidak boleh berkurang satu rupiah pun, meski pemkot sedang menjalani efisiensi anggaran besar-besaran.</p>
<p>Dr. Christian mengungkapkan bahwa efisiensi dilakukan setelah Pemerintah Kota Kupang menerima instruksi pemangkasan belanja dari Kementerian Keuangan hingga 50 persen.</p>
<p>Salah satu langkah penghematan terbesar adalah keputusan untuk tidak membeli mobil dinas baru, meski hal itu lazim dilakukan dalam satu periode kepemimpinan.</p>
<p>“Biasanya satu periode itu pasti beli mobil baru. Tapi kami putuskan tidak beli. Satu mobil menghemat 800 juta. Dengan tidak membeli lima mobil, kami hemat 4 miliar rupiah,” tegasnya</p>
<p>Ia menambahkan, hasil penghematan tersebut dialihkan untuk bantuan-bantuan langsung kepada masyarakat, rumah ibadah, instansi sosial, dan kegiatan kemasyarakatan lain.</p>
<p>Wali Kota juga menyinggung capaian Kota Kupang yang baru saja meraih penghargaan sebagai salah satu dari 4 kota di Indonesia yang dinilai cinta damai dan inklusif dari Kompas TV, serta kembali masuk dalam 10 besar Indeks Kota Toleran di Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menteri Kebudayaan Buka Pameran Kebudayaan Indonesia di Kawasan Timur</title>
		<link>https://www.timorsavana.com/sosial-budaya/menteri-kebudayaan-buka-pameran-kebudayaan-indonesia-di-kawasan-timur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TimorSavana.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2025 13:18:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Emanuel Melkiades Laka Lena]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[IPACS]]></category>
		<category><![CDATA[Kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.timorsavana.com/?p=6987</guid>

					<description><![CDATA[Kupang,Timorsavana.com&#124;&#124;Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menggelar acara puncak perhelatan _Indonesia-Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 bertempat di...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kupang,Timorsavana.com||</strong>Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menggelar acara puncak perhelatan _Indonesia-Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 bertempat di halaman Hotel Harper, Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Senin (11/11/2025) siang.</p>
<p>Dengan mengusung tema _“Celebrating Shared Cultures and Community Wisdom” kegiatan Tersebut secara resmi dibuka oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, diawali dengan Pameran Kebudayaan Indonesia di Kawasan Timur yang menampilkan keragaman kebudayaan Indonesia, khususnya wilayah Indonesia Timur</p>
<p>Pembukaan pameran dihadiri oleh delegasi negara-negara peserta IPACS 2025, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, Walikota Kupang Christian Widodo, Duta Besar Keliling _(Roving Ambassador)_ untuk kawasan Pasifik periode 2017-2021 Tantowi Yahya, para pejabat Kementerian Kebudayaan, jajaran pimpinan pemerintahan lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan Pemerintah Kota Kupang, pelajar, para kurator, serta para peserta residensi.</p>
<p>Menbud Fadli Zon dalam sambutannya menyebutkan bahwa pameran ini merupakan elemen ekosistem kebudayaan yang kaya dan mencerminkan semangat kolaborasi, sinergi serta keberlanjutan budaya yang hidup di Kawasan Timur Indonesia.</p>
<p>“Pameran IPACS 2025 adalah penghormatan dan perayaan warisan budaya yang berakar di tanah Nusa Tenggara Timur. Pameran ini juga mencerminkan komitmen Indonesia yang lebih luas untuk memajukan kebudayaan sebagai kekuatan penting bagi kerja sama regional, yang menghubungkan masyarakat di seluruh Nusantara dan Samudra Pasifik,” terang Menbud Fadli.</p>
<p>Lebih jauh, Menteri Kebudayaan Fadli menegaskan bahwa pameran IPACS 2025 dapat menjadi wujud ekspresi persatuan lintas negara. Kawasan Pasifik memiliki ragam ekspresi budaya seragam, seperti kekayaan maritim yang berasal dari nenek moyang serumpun.</p>
<p>Menteri Fadli menuturkan, “Apa yang kita saksikan hari ini adalah sinergi dalam bentuk yang nyata, di mana para seniman, praktisi budaya, dan komunitas dari seluruh Nusantara dan Pasifik bersatu. Kita disatukan oleh satu visi, yaitu memajukan budaya sebagai kekuatan vital dalam jalinan peradaban dunia. Pameran ini dengan bangga menampilkan kekayaan budaya Indonesia Timur yang semarak.”</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Parade Budaya 100 Tahun GMIT Koinonia Kupang, Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya di Era Digital</title>
		<link>https://www.timorsavana.com/sosial-budaya/parade-budaya-100-tahun-gmit-koinonia-kupang-wujud-syukur-dan-pelestarian-budaya-di-era-digital/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TimorSavana.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Nov 2025 06:24:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[GMIT Koinonia]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[Parade budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.timorsavana.com/?p=6907</guid>

					<description><![CDATA[Kupang, Timorsavana.com &#8211; Parade Budaya 100 Tahun yang digelar oleh GMIT Koinonia Kupang menjadi salah...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kupang, Timorsavana.com</strong> &#8211; Parade Budaya 100 Tahun yang digelar oleh GMIT Koinonia Kupang menjadi salah satu rangkaian utama dalam perayaan menuju satu abad berdirinya gereja tersebut. Kegiatan ini merupakan ungkapan syukur atas pertumbuhan gereja yang terus berdiri teguh, berbuah, serta memberikan dampak positif bagi jemaat, masyarakat, bangsa, dan negara.</p>
<p>Ketua Panitia Bulan Keluarga Hut Reformasi GMIT Koinonia Kupang, kresentius B.M.R Lake, menyampaikan bahwa parade budaya ini tidak hanya menjadi perayaan semata, tetapi juga bentuk komitmen jemaat untuk melestarikan nilai-nilai budaya di tengah perkembangan dunia digital.</p>
<p>&#8220;Parade Budaya 100 tahun hari ini merupakan salah perayaan acara menyongsong satu abat Koinonia,tumbuh menjadi gereja yang berdiri yang teguh berbuah dan berdampak, baik itu bagi jemaat bagi masyarakat dan juga bagi bangsa dan negara&#8221; ujar Kresentius saat memberikan keterangan kepada media di halaman Gereja Koinonia Kupang, Sabtu malam (1/11/2025).</p>
<p>Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam. Jika budaya ini tidak dijaga, maka hal tersebut dapat memengaruhi kehidupan bergereja dan pembangunan masyarakat di masa mendatang</p>
<p>“Melalui parade budaya ini, kita ingin membawa jemaat Koinonia semakin bersatu. Ini juga menjadi landasan menuju perayaan 200 tahun nanti agar kita tetap membangun meskipun zaman terus berubah,” tambahnya.</p>
<p>Kresentius juga menegaskan bahwa semangat pelestarian budaya sejalan dengan firman Tuhan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bupati Eduard Lioe Serahkan Alsintan kepada 64 Kelompok Tani di TTS</title>
		<link>https://www.timorsavana.com/daerah/bupati-eduard-lioe-serahkan-alsintan-kepada-64-kelompok-tani-di-tts/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TimorSavana.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2025 04:20:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Berita TTS]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati TTS]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.timorsavana.com/?p=6792</guid>

					<description><![CDATA[Bupati TTS Eduard Markus Lioe menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada 64 kelompok...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em>Bupati TTS Eduard Markus Lioe menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada 64 kelompok tani di TTS. Bantuan ini diharapkan memperkuat produksi pangan lokal menuju swasembada daerah.</em></p></blockquote>
<p><strong>TTS||Timorsavana.com</strong> &#8211; Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Eduard Markus Lioe, S.IP., S.H., M.H., menyerahkan secara simbolis bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) Tahun Anggaran 2025 kepada 64 kelompok tani di halaman Kantor Bupati TTS, Kamis (23/10/2025).</p>
<p>Penyerahan tersebut dihadiri oleh jajaran Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta sejumlah Anggota DPRD Kabupaten TTS dan perwakilan kelompok tani</p>
<p>Dalam sambutannya, Bupati Eduard Lioe menyampaikan ucapan selamat kepada 64 kelompok tani penerima bantuan yang tersebar di berbagai kecamatan di TTS.</p>
<p>Adapun bantuan yang diserahkan terdiri dari 26 unit hand tractor, 27 unit cultivator, dan 1 unit traktor roda empat.</p>
<p>Bupati berharap bantuan tersebut dapat menjadi dorongan bagi peningkatan produksi pertanian di Kabupaten TTS yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Pulau Timor.</p>
<p>Menurutnya, kemandirian pangan merupakan tekad pemerintah pusat dan daerah saat ini. Karena itu, sektor pertanian harus terus diperkuat, baik dari sisi produksi maupun sarana pendukungnya.</p>
<p>“Pemerintah terus berupaya mempercepat pengolahan lahan dan meningkatkan hasil produksi melalui penyediaan alat dan mesin pertanian,” ujar Eduard Lioe.</p>
<p>Ia menekankan, meskipun jumlah bantuan tahun ini belum banyak, yang terpenting adalah bagaimana alat tersebut digunakan dan dikelola secara baik serta penuh tanggung jawab.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PLN NTT Hadirkan Energi Kebaikan untuk Sesama melalui aksi Donor Darah</title>
		<link>https://www.timorsavana.com/sosial-budaya/pln-ntt-hadirkan-energi-kebaikan-untuk-sesama-melalui-aksi-donor-darah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TimorSavana.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Oct 2025 04:41:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Donor Darah]]></category>
		<category><![CDATA[PLN]]></category>
		<category><![CDATA[PLN NTT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.timorsavana.com/?p=6771</guid>

					<description><![CDATA[PLN UIW NTT sukses menggelar aksi sosial Donor Darah bertajuk &#8220;Setetes Darah, Sejuta Harapan&#8221; Kupang&#124;&#124;Timorsavana.com...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em>PLN UIW NTT sukses menggelar aksi sosial Donor Darah bertajuk &#8220;Setetes Darah, Sejuta Harapan&#8221;</em></p></blockquote>
<p><strong>Kupang||Timorsavana.com</strong> – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (PLN UIW NTT) tidak hanya menerangi rumah, tetapi juga hati. Berkolaborasi dengan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN dan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Nusa Tenggara Timur, PLN UIW NTT sukses menggelar aksi sosial Donor Darah bertajuk &#8220;Setetes Darah, Sejuta Harapan&#8221; di Aula Flobamora, Kantor PLN UIW NTT, pada Rabu (15/10).</p>
<p>Aksi kemanusiaan ini diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-80, menegaskan komitmen PLN dalam menyalurkan energi kebaikan dan kepedulian sosial. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat, tidak hanya dari pegawai internal PLN, tetapi juga dari masyarakat umum dan mitra kerja yang dengan sukarela berpartisipasi.</p>
<p>Muhammad Ramli, Dewan Dakwah Provinsi Nusa Tenggara Timur, menyampaikan apresiasi mendalam. “Kami menghargai upaya PLN UIW NTT atas pelaksanaan program donor darah ini. Kami tahu, setetes darah yang disumbangkan memiliki manfaat yang sangat besar bagi mereka yang membutuhkan. Kami berharap kegiatan ini dapat menggerakkan lebih banyak pihak untuk mendonorkan darahnya demi membantu sesama,” ujarnya.</p>
<p>Hal senada diungkapkan oleh Maxim Wila Huki, perwakilan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperinda) Provinsi NTT, yang turut menjadi pendonor. “Selamat Hari Listrik Nasional ke-80 untuk PLN! Kegiatan ini menunjukkan komitmen tulus PLN dalam menebarkan energi kebaikan melalui aksi sosial yang sangat bermanfaat. Saya berharap inisiatif positif ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena dampaknya nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bupati TTS Klarifikasi Kehadiran dalam Penobatan Raja Amanuban</title>
		<link>https://www.timorsavana.com/sosial-budaya/bupati-tts-klarifikasi-kehadiran-dalam-penobatan-raja-amanuban/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TimorSavana.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Sep 2025 15:12:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Amanuban]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Buce Lioe]]></category>
		<category><![CDATA[Drs. Jonathan Nubatonis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.timorsavana.com/?p=7196</guid>

					<description><![CDATA[Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, memberikan klarifikasi resmi terkait kehadirannya dalam penobatan Raja Amanuban dan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em>Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, memberikan klarifikasi resmi terkait kehadirannya dalam penobatan Raja Amanuban dan menegaskan hadir karena undangan, bukan alasan politik</em>.</p></blockquote>
<p>Soe, TimorSavana.com — Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Eduard Markus Lioe, memberikan klarifikasi resmi terkait kehadirannya dalam acara penobatan Drs. Jonathan Nubatonis sebagai Raja Amanuban yang berlangsung pada 15 September 2025 di Sonaf Amanuban, Desa Tubuhue. Klarifikasi ini disampaikan menyusul polemik yang bergulir di sejumlah media online dan media sosial.</p>
<p>Belakangan, publik menyoroti serta mempertanyakan kehadiran Bupati dalam acara tersebut. Sejumlah tokoh bahkan secara terbuka menyampaikan penolakan, dengan menuding bahwa kehadiran sang Bupati memiliki maksud politik tertentu.</p>
<p>Menjawab hal itu, Bupati Eduard Markus Lioe menegaskan bahwa dirinya hadir semata-mata dalam kapasitas sebagai kepala daerah yang mendapat undangan resmi. Ia menolak asumsi bahwa kehadirannya berkaitan dengan dukungan terhadap prosesi pengukuhan Raja Amanuban.</p>
<p>“Kita sebagai Bupati, sebagai kepala daerah, semua kegiatan kemasyarakatan maupun kegiatan partai politik mana pun, sebagai pembina politik dan kepala daerah, jika diundang maka kita wajib hadir,” ujar Bupati saat dikonfirmasi pada Senin, 29 September 2025, di Kantor Bupati TTS.</p>
<p>Bupati Buce Lioe juga meluruskan bahwa undangan yang diterimanya tidak pernah mencantumkan agenda penobatan usif. Ia hadir karena diundang untuk mengikuti acara syukuran masyarakat setempat.</p>
<p>“Dalam undangan, kami diundang untuk hadir pada acara syukuran. Ternyata saat sampai di lokasi, baru kami tahu ada beberapa rentetan acara lain, termasuk sambutan Usif Bil Nope, dan kemudian penobatan Pak Jonathan Nubatonis,” jelasnya.</p>
<p>Menurutnya, rangkaian acara tersebut murni disiapkan oleh Usif Bil Nope bersama Jonathan Nubatonis tanpa melibatkan pemerintah daerah dalam bentuk apa pun. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki keterlibatan dalam proses penobatan.</p>
<p>“Kecuali kalau sejak awal pemerintah ikut merencanakan, itu lain. Tapi dalam hal ini sama sekali tidak ada,” tegasnya.</p>
<p>Bupati Buce Lioe meminta agar kehadirannya tidak dipelintir atau dijadikan polemik yang merugikan pemerintah daerah maupun masyarakat Amanuban. Ia menilai bahwa isu tersebut seharusnya tidak perlu dibesar-besarkan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
